Temuan Kapal Endurance di Antartika Hadiah untuk Masa Depan

Kapal kayu Endurance yang tenggelam lebih dari 100 tahun lalu ditemukan berada di kedalaman 3008 meter di bawah Laut Weddell, Antartika, pada 5 Maret 2022. FOTO: Falklands Maritime Heritage Trust/National Geographic

Darilaut – Sabtu 5 Maret 2022, seratus tahun setelah Sir Ernest Shackleton meninggal dunia, sejumlah ilmuwan di kapal penelitian SA Agulhas II menemukan “Endurance” kapal penjelajah Antartika di awal 1900-an.

Kapal SA Agulhas II, berangkat dari Cape Town, Afrika Selatan, menuju Laut Weddell, pada 5 Februari 2022. Kapal Endurance ditemukan berada di kedalaman 3008 meter di bawah Laut Weddell.

Pemimpin ekspedisi Dr John Shears menggambarkan saat kamera bawah air pertama kali mendarat di pelat buritan kapal ‘Endurance’ dengan bintang kuning yang terkenal bersinar terang sebagai “jaw drop.”

Menurut Dr Shears, ekspedisi Endurance22 telah mencapai tujuannya. Kami telah membuat sejarah di kutub dengan penemuan Endurance, dan berhasil menyelesaikan pencarian kapal karam paling menantang di dunia.

Selain itu, kata Dr Shears, kami telah melakukan penelitian ilmiah penting di bagian dunia yang secara langsung mempengaruhi iklim dan lingkungan global.

Tim ekspedisi juga telah melakukan program penjangkauan pendidikan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dengan siaran langsung dari kapal, yang memungkinkan generasi muda di seluruh dunia dapat terlibat dengan Endurance22.

Hal ini diharapkan dapat menginspirasi melalui kisah yang menakjubkan dari eksplorasi kutub, dan apa yang dapat dicapai manusia, serta hambatan yang dapat diatasi ketika bekerja sama.

“Kami akan segera memulai perjalanan kembali ke Cape Town, setelah ekspedisi yang merupakan hak istimewa dan kehormatan besar bagi saya untuk memimpin,” ujar Dr Shears.

“Tim Ekspedisi, serta para perwira dan awak SA Agulhas II, sungguh luar biasa. Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada Falklands Maritime Heritage Trust, dan semua mitra kami, terutama di Afrika Selatan, yang telah memainkan peran penting dalam keberhasilan ekspedisi.”

Direktur Eksplorasi ekspedisi Endurance22, Mensun Bound, mengatakan, kapal itu tegak, bersih dari dasar laut, utuh dan dalam kondisi pelestarian yang cemerlang.

“Anda dapat melihat jendela kapal yang merupakan kabin Shackleton, pada saat itu Anda benar-benar merasa nafas orang besar di belakang lehermu.”

“Ini adalah hadiah kita untuk masa depan,” kata Bound

Ini adalah pencapaian luar biasa dalam kondisi paling sulit yang bisa dibayangkan. Hal ini telah disadari oleh para arkeolog, peneliti, dan petualang maritim terkemuka di dunia.

Endurance, salah satu bangkai kapal paling terkenal di dunia. Kapal kayu ini setinggi 144 kaki, ditetapkan sebagai monumen di bawah Perjanjian Antartika Internasional dan tidak dapat diganggu.

Endurance ditemukan empat mil selatan dari posisi terakhir yang dicatat oleh kapten kapal Frank Worsley.

Ketika kapal tenggelam, 28 awak berkemah di atas es selama 5 bulan kemudian naik ke sekoci, akhirnya mendarat di Pulau Gajah yang terpencil. Ini pendaratan pertama awak kapal Endurance selama 497 hari.

Shackleton kemudian memilih lima awak dan menuju ke Samudra Selatan yang berbahaya dengan sekoci James Caird setinggi 23 kaki.

Mereka berlayar 800 mil di tengah angin badai dan gelombang setinggi 50 kaki. Akhirnya tiba di pulau Georgia Selatan, nyaris tidak hidup.

Shackleton kemudian melintasi pegunungan yang belum dipetakan untuk membunyikan alarm.

Setelah tiga kali mencoba selama empat bulan, Shackleton akhirnya kembali untuk menyelamatkan 22 orang yang tersisa yang terdampar di Antartika.

Shackleton mengirim telegram kepada istrinya dan menyatakan “Saya telah melakukannya, dan tidak ada satu nyawa pun yang hilang.”

Sejarawan Inggris Dan Snow, yang berada di kapal penelitian Agulhas II, mengatakan, ini penting karena orang akan melihat gambar dan terhubung dengan kisah luar biasa dari sejarah kita.

“Kisah terbesar tentang kelangsungan hidup Antartika sepanjang masa, tentang kepemimpinan, tentang persahabatan. Kapal itu hampir membeku dalam waktu – Anda bahkan dapat melihat tanda kompas.”

“Ini akan menggemparkan orang-orang di seluruh dunia.”

Kapal penelitian SA Agulhas II, yang digunakan tim ekspedisi Endurance22 saat melakukan pencarian bangkai kapal Endurance di Laut Weddell Antartika. FOTO: ESTHER HORVATH/Falklands Maritime Heritage Trust

Menurut Manajer Proyek Bawah Laut, Nico Vincent, ekspedisi ini menjadi proyek bawah laut paling kompleks yang pernah dilakukan, dengan beberapa rekor dunia dicapai untuk memastikan deteksi yang aman dari Endurance.

“Teknologi bawah laut yang canggih telah dikerahkan untuk mencapai hasil yang sukses ini dan saya secara khusus ingin berterima kasih kepada tim bawah laut atas semua dukungan teknik, baik di atas kapal maupun selama berbulan-bulan perencanaan, desain dan pengujian,” kata Vincent.

Semuanya menunjukkan komitmen dan ketangguhan yang besar, layak untuk tradisi eksplorasi kutub terbaik.

Penelitian ilmiah

Di bawah kepemimpinan Kepala Ilmuwan Endurance22, Dr Lasse Rabenstein, tim ilmuwan terkemuka dunia dari lembaga penelitian dan pendidikan, berhasil melakukan studi terkait perubahan iklim selama ekspedisi.

Perwakilan dari Layanan Cuaca Afrika Selatan, perusahaan Jerman Drift & Noise, Institut Alfred-Wegener-Jerman, Pusat Dirgantara Jerman (DLR), Universitas Aalto di Finlandia dan Universitas Stellenbosch Afrika Selatan meneliti pergeseran es.

Penelitian lainnya, kondisi cuaca Laut Weddell, studi ketebalan es laut, dan memetakan es laut dari luar angkasa.

Gabungan studi penting ini secara material akan membantu pemahaman tentang wilayah terpencil ini dan bagaimana pengaruhnya terhadap perubahan iklim.

Sejak ekspedisi berlangsung, penjangkauan pendidikan adalah tujuan utama. Falklands Maritime Heritage Trust bermitra dengan Reach the World, organisasi pendidikan yang berbasis di Amerika Serikat dan Royal Geographical Society.

Penjangkauan ini berhasil terhubung dengan puluhan ribu anak selama ekspedisi melalui wawancara, streaming langsung reguler dan materi yang diproduksi untuk penggunaan di kelas.

History Hit, platform konten yang didirikan sejarawan Dan Snow, telah menghasilkan berbagai konten yang mencakup persiapan ekspedisi, pelayaran dan pencarian, dan sekarang penemuan itu sendiri.

Selain itu, sejarah, ilmu pengetahuan, dan tema-tema lain yang berhubungan dengan misi yang lebih luas.

Tim juga telah membuat film dokumenter observasional jangka panjang, yang dikerjakan oleh National Geographic.

Sumber: Shackleton.com dan Endurance22.org

Exit mobile version