“Dengan masyarakat mengetahui tentang baterai ini, secara tidak langsung masyarakat akan lebih aware akan masalah lingkungan,” ujar Richie.
Dosen Elektronika ITB Dr Mervin Tangguar Hutabarat, turut andil dalam keberhasilan proyek prototipe baterai organik tersebut.
Setelah berdiskusi, Mervin mempertemukan Yumna dan Richie dengan Dr Paula Santi Rudati, yang merupakan ahli di bidang organik semiconductor. Kemudian menjadi mentor bagi keduanya.
Berkat dukungan Paula, Yumna, dan Richie terbantu dari segi penyusunan ide, pengadaan alat, dan lain sebagainya.
Usaha Yumna dan Richie membuahkan hasil. Pada awal April 2021, tim Carragenergy berhasil menjadi juara 1 dalam Schneider Go Green 2021 tingkat nasional dan mewakili Indonesia di tingkat Asia Pasifik melawan tim dari Australia, Singapura, dan Korea Selatan.
Setelah melewati proses penjurian yang sengit, keduanya kembali meraih posisi pertama yang akan bersaing kembali di tingkat dunia.
Yumna dan Richie berharap agar proyek ini dapat memberi dampak bagi kehidupan dan tidak hanya berhenti setelah perlombaan usai.
Menurut Richie dengan adanya lomba dan proyek seperti ini diharapkan dapat memberi pengaruh bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan.
Selain itu, kata Richie, melihat suatu produk dari seluruh rantai nilainya, dan pada akhirnya berkontribusi dalam mewujudkan dunia lebih green dan sustainable.





Komentar tentang post