Di atas baki tersebut terdapat sebuah payung adat.
Ketua Dewan Lembaga Adat Kota Gorontalo, Abdullah Paneo, mengatakan, motenggeyamo berarti menunggu penetapan 1 Ramadan atau hari raya Idul Fitri oleh pemerintah.
Walaupun ada perbedaan penetapan 1 Ramadan, tetap menunggu Keputusan dari Menteri Agama.
“Perbedaan dalam penetapan 1 Ramadan ini sudah lazim dari dulu, tapi tatanan adat kita tetap seperti itu,” ujar Paneo di sela-sela prosesi adat tenggeyemo.
Melalui tradisi motenggeyamo, warga di Gorontalo secara bersama-sama menunggu pengumuman atau pemberitahuan dari pemerintah tentang kapan 1 Ramadan.
Penetapan ini didasarkan pada keputusan sidang isbat (penetapan) 1 Ramadan 1445 H yang dipimpin Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas di Kantor Kementerian Agama, Minggu malam.
Berdasarkan sidang isbat, Kementerian Agama resmi menetapkan 1 Ramadan jatuh pada Selasa tanggal 12 Maret 2024.
Wali Kota Gorontalo, Marten Taha, sebagai tauwa lo lipu, menyampaikan Ramadan adalah bulan suci yang senantiasa ditunggu-tunggu oleh umat Islam dan ”harus kita sambut dengan penuh antusias dan penuh suka cita,” ujarnya.
Marten berpesan untuk warga Kota Gorontalo agar memeriahkan bulan Ramadan dengan berbagai kegiatan keagamaan.
Ada sembilan program bernuansa religi yang akan dilaksanakan selama bulan Ramadan, salah satunya adalah tadarus Al-quran, kata Marten.




