Darilaut – Lebih dari lima dekade lalu, populasi perkembangbiakan tuna sirip biru Atlantik (Atlantic Bluefin Tuna) mulai terlihat menurun.
Tuna sirip biru Atlantik yang termasuk salah satu spesies ikan yang terancam punah tersebut kini telah dibudidayakan di Laut Izmir, Turki.
Tuna sirip biru Atlantik yang dibudidayakan di Laut Izmir berasal dari hasil penangkapan di alam. Kemudian dengan cara digiring perlahan-lahan ke lokasi budidaya.
Proses pembesaran ikan tuna tersebut memakan waktu lima sampai enam bulan di keramba berukuran 50 sampai 60 meter pada kedalaman hingga 18 meter.
Selama pembesaran, tuna diberi pakan ikan-ikan pelagis.
Teknologi budidaya ini rencananya siap diadopsi di Indonesia untuk mendongkrak hasil perikanan bernilai ekonomi tinggi tersebut.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengunjungi lokasi budidaya pembesaran tuna di Laut Izmir.
Menteri Trenggono, mengatakan, beberapa wilayah perairan kita merupakan tempatnya ikan tuna, sehingga perlu inovasi agar komoditas ini produktivitasnya meningkat dan keberlanjutannya terjaga.
Kunjungan Menteri Trenggono bertepatan saat dilakukan panen tuna. Ikan-ikan hasil panen langsung dibawa ke Jepang menggunakan kapal angkut.
Di kapal tersebut, tuna dibekukan pada suhu minus 60⁰ C dan langsung berlayar ke Jepang. “Ini yang membuat kualitas tuna terjaga dan harganya semakin tinggi,” ujar Trenggono, Rabu (24/1). Harga tuna ditentukan berdasarkan grade di pasarnya.




