Paus orca ini mengeluarkan suara ketika orang-orang yang membantunya terus menyiram air laut di tubuhnya.

Fair mengatakan para ahli biologi sedang mengumpulkan foto dan video paus orca tersebut.
“Kami sedang mencoba untuk menentukan apakah itu paus pembunuh yang sudah diketahui, Jika demikian, dari polong apa, dan untuk menilai kondisinya dan cedera apa pun yang mungkin dimilikinya. Mengetahui hal itu akan membantu kami meningkatkan pemahaman ilmiah tentang paus pembunuh,” katanya.
Fair mengatakan NOAA “tidak memiliki bukti” bahwa terdamparnya paus pembunuh terkait dengan gempa berkekuatan 8,2 yang memicu peringatan tsunami di sebagian besar pantai Alaska.
Orca yang terdampar ini mulanya dilaporkan ke NOAA oleh kapten dan awak M/V Steadfast. Terdamparnya mamalia laut dapat dilaporkan ke hotline NOAA Fisheries Alaska di (877) 925-7773.
NOAA, seperti dikutip dari Alaskasnewssource.com, memberi kewenangan kepada kapten dan awak Steadfast untuk menggunakan pompa mesin yang ada di kapal untuk menyiram paus orca ini agar tetap basah. Selain itu, untuk menjauhkan dari burung yang lapar.
Sejumlah relawan juga membantu menyiram paus orca ini dengan menggunakan ember.
Upaya penyelamatan diambil alih petugas penegak hukum, NOAA dan Alaska Wildlife Troopers setelah tiba di lokasi.





Komentar tentang post