Seiring berjalannya waktu, pahangga mulai digunakan di setiap acara perkawinan dan acara adat lainnya.
Motif terakhir dari sarung adalah dua garis lurus. Dua garis lurus ini mencerminkan masyarakat daerah Gorontalo yang menjalankan adat dan syara’ secara bersamaan dalam kehidupan sehari-hari.
Warna putih merupakan warna yang dipilih sebagai kombinasi dari warna maskot yang menciptakan kesan keterbukaan, kejelasan, dan transparasi.
Warna Abu-abu sebagai warna yang dominan dalam maskot, menunjukan rasa tanggung jawab dan kenetralan dalam berbagai hal terutama pengemban amanah sebagai pelaksana pemilu.
Warna merah maroon pada Bate Karawo, sebagai warna adat khas Gorontalo yang menambah nilai estetika dari Bate tersebut.
Warna Kuning Emas pada corak Bate memberikan kesan autentik dan bermakna, serta memiliki makna kesuksesan.
Wakil Wali Kota Gorontalo, Ryan F. Kono, berharap dengan adanya maskot yang mengangkat kearifan lokal tersebut mampu meningkatkan partisipasi pemilih dalam pilkada serentak pada 27 November 2024 mendatang. (Firgitha Desya Padja)




