Rabu, April 22, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Konservasi

BKKPN Kupang Beri Penghargaan Bagi Nelayan yang Selamatkan Megafauna

redaksi
24 Juli 2018
Kategori : Konservasi
0

Kepala Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional Kupang, Ikram Sangadji. FOTO: DOK. ISTIMEWA

Kupang – Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang, Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), dalam dua tahun terakhir telah memberikan sejumlah piagam penghargaan kepada nelayan di Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur, yang menyelamatkan megafauna di laut.

Sepuluh piagam penghargaan telah diberikan kepada nelayan sebagai upaya dan respon atas kesadaran dan niat baik melepas biota laut yang dilindungi. “Permasalahan biota laut yang dilindungi, tidak semata hanya dengan pendekatan hukum,” kata Kepala BKKPN Kupang, Ikram Sangadji, Selasa (24/7).

Selain keterbatasan pemahaman dan akses informasi, diperlukan pendekatan sosiologis dan reward sebagai bagian dari edukasi.

Menurut Ikram, nelayan yang menyelamatkan atau melepas kembali megafauna perlu mendapat perhatian. Apalagi, mereka yang dengan sukarela mengorbankan alat tangkapnya untuk menyelamatkan megafauna tersebut.

Partisipasi dan kesadaran seperti ini harus terus ditumbuhkan di kalangan masyarakat. “Upaya utama yang dilakukan dengan sosialisasi, serta mengurangi risiko,” ujarnya.

Sabtu (21/7) pekan lalu, masyarakat menemukan penjual daging lumba-lumba dan kima di pasar tradisional Waiwadan, Kecamatan Adonara Barat, Kabupaten Flores Timur.

Sepanjang tahun 2018 ini, dua ekor paus tercatat terdampar di perairan Nusa Tenggara Timur (NTT), yakni paus kepala melon (Melon-headed whales) dan paus sperma (Sperm whale).

Paus sperma (Physeter microcephalus) yang terdampar Rabu (4/7), sudah menjadi bangkai. Paus ini ditemukan di pinggir pantai Desa Halapaji, Kecamatan Liae, Kabupaten Sabu Raijua, NTT. Paus sperma yang ditemukan ini sudah terpisah dari rombongannya dan terbawa arus.

Ditemukan luka di beberapa bagian tubuh paus sperma dengan panjang 9 meter lebih itu. “Terdapat luka lecet pada bagian tubuh karena kena karang,” kata Ikram.

Sementara itu, pada Sabtu (12/5) seekor paus kepala melon (Peponocephala electra) yang terdampar di pantai Oesapa, Kupang dalam kondisi hidup. Terdapat luka di beberapa bagian tubuh. Paus ini kemudian dilepas kembali ke laut oleh petugas BKKPN bersama warga.

Ikram mengatakan, perairan Flores Timur sangat subur. Lokasi ini merupakan daerah ruaya multispesies megafauna. Karena itu, aktivitas nelayan pukat sering diperhadapkan dengan tertangkapnya megafauna tersebut.

Di laman bkkpnkupang.kkp.go.id sejumlah megafauna dilepaskan kembali ke laut lepas, setelah tertangkap dengan tidak sengaja di dalam jaring atau terdampar di pantai. Laporan tentang megafauna ini disampaikan ke BKKPN Kupang, Dinas Kelautan dan Perikanan maupun Balai Pengelolaan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (BPSPL) Denpasar Satuan Kerja di Kupang.

Megafauna yang tertangkap dengan tidak sengaja atau terdampar, seperti penyu, hiu paus, dugong, mola-mola, manta, dan lumba-lumba.

Pada 26 Juli 2017, di perairan Pulau Tiga Flores Timur, Suban Keban dan Lukas Jawan melaporkan tentang satu ekor penyu yang tertangkap dalam jaring. Penyu ini kemudian dilepas kembali. Esoknya, 27 Juli kembali dilaporkan penyu sisik (Eretmochelys imbricata) masuk dalam jaring dengan kondisi masih hidup. Penyu ini dilepas kembali.

Di Desa Lemanu, Kecamatan Solor Selatan Kabupaten Flores Timur, pada 24 Juni lalu, kapal motor Gloria dengan Kapten Yosef Herin melaporkan telah terjaring dengan tidak sengaja 4 ekor pari setan/devil ray (Mobula japanica) dan 1 ekor Ikan kebeku/mola-mola/sun fish (Mola ramsayi). Satwa ini masih hidup dan segera dilepas kembali di laut.

FOTO: DOK. BKKPN KUPANG

Pada 7 Juni 2017, Hubertus Keban nelayan Desa Ritaebang, Solor Barat, Flores Timur melaporkan satwa duyung dengan panjang masuk dalam jaring di perairan pantai riang. Duyung dilepas kembali dengan merobek jaring tersebut.

Kristo Forus Werang, nelayan kelurahan Ritaebang, Kecamatan Solor Barat, Flores Timur, pada 5 Juni 2017 melaporkan telah ditemukan penyu sisik betina (Eretmochelys imbricata) yang masuk dalam jaring. Penyu ini dilepas kembali.

Pada 30 Mei 2017, Antonius Suban Watun nelayan Kelurahan Ritabang, Kecamatan Solor Barat Flores Timur, melaporkan penyu hijau jantan (Chelonia mydas) dan penyu sisik anakan betina (Eretmochelys imbricata) tertangkap dalam pukat dan dilepas kembali.

Di perairan Desa Kalike kecamatan Solor Selatan, pada 27 Mei 2017, masuk dalam jaring Yansen Herin, seekor hiu paus dengan panjang 4 meter. Hiu paus dilepas kembali dengan memotong jaring tersebut.

Pada 23 Mei 2016, seekor penyu belimbing (Dermochelys coriacea) masuk dalam jaring Paulus Fernandes di perairan Desa Sinar Hadigala, Kecamatan Tanjung Bunga. Ukuran penyu belimbing yang terjerat jaring ini, memiliki lebar dari ujung tungkai kanan sampai tungkai kiri 2 meter. Panjang dari ujung kepala sampai ujung ekor 1,7 meter. Setelah melakukan pengukuran dan penjelasan kepada masyarakat, penyu ini dilepas kembali ke laut.

Pengembangan sistem informasi biota laut yang dilindungi oleh BKKPN Kupang sudah berjalan dengan baik. Sistem ini memanfaatkan jaringan internet dan media sosial. Dengan sistem ini diharapkan semua pihak dapat mendukung konservasi jenis biota laut.*

Tags: BKKPN KupangmegafaunaPaus Melon
Bagikan6Tweet4KirimKirim
Previous Post

Tiga Mahasiswa IPB Ciptakan Lamun Sebagai Penghambat Kanker Serviks

Next Post

Dua Hari, Tinggi Gelombang Dapat Mencapai 6 sampai 9 Meter

Postingan Terkait

Percepatan Reviu Zonasi di Kawasan Konservasi Kepulauan Raja Ampat Memastikan Kesesuaian dengan Kebutuhan Masyarakat

Percepatan Reviu Zonasi di Kawasan Konservasi Kepulauan Raja Ampat Memastikan Kesesuaian dengan Kebutuhan Masyarakat

9 April 2026
55 Paus Pilot Sirip Pendek Terdampar di Pantai Rote Ndao, 34 Selamat

55 Paus Pilot Sirip Pendek Terdampar di Pantai Rote Ndao, 34 Selamat

15 Maret 2026

Tahun Kuda 2026: Empat Pelajaran Lingkungan yang Dapat Dipelajari Dari Kuda

Pariwisata Berkelanjutan Mendorong Tanggung Jawab dan Konservasi Lingkungan

Bali Ocean Days 2026 Bahas Pengelolaan 7 Cagar Biosfer Kepulauan dan Pesisir di Indonesia

Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone Menghentikan Pembukaan Jalan dalam Kawasan

Ikan Hulu’u di Danau Limboto Kelompok Giuris, Butuh Rencana Konservasi yang Spesifik

Peneliti FMIPA UNG Temukan 4 Tumbuhan Langka Masuk Daftar Merah IUCN di Hungayono TN Bogani Nani Wartabone

Next Post

Dua Hari, Tinggi Gelombang Dapat Mencapai 6 sampai 9 Meter

Komentar tentang post

TERBARU

Bawa Sampel Tanah Dari Buol Imigrasi Gorontalo Deportasi 4 WNA Asal Cina

20.000 Pelaut dan 2.000 Kapal Masih Terdampar di Selat Hormuz

Hari Bumi Sebagai Pengingat Cara Mengatasi Krisis Lingkungan

5.504 Peserta Mengikuti UTBK-SNBT 2026 di UNG

Hujan Tidak Merata di Berbagai Wilayah di Indonesia

Warek UNG: Pengawas Kunci Menjaga Integritas UTBK-SNBT

AmsiNews

REKOMENDASI

Badai Tropis Penha Dapat Membawa Hujan di Sulut dan Gorontalo, Gelombang Laut di Utara Maluku

Mahasiswa Administrasi Publik UNG Hadirkan Inovasi Digital bagi Desa Lahumbo

Nelayan Tual akan Dapat Pelatihan Keselamatan dan Izin Kapal Gratis

Covid-19, Kemenhub Dukung Tempat Isolasi Mandiri di Kapal Pelni

Pemesanan Tiket Kapal Penyeberangan Online Mudahkan Prediksi Jam Puncak

Ribuan Wisatawan Berlibur di Kepulauan Seribu

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.