Selasa, Agustus 18, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

The New York Times Investigasi Bom Ikan di Filipina

redaksi
19 Juni 2018
Kategori : Berita
0
The New York Times Investigasi Bom Ikan di Filipina

FOTO: BEN C. SOLOMON/THE NEW YORK TIMES

Filipina – Bom rakitan dilempar ke laut. Setelah bom tersebut masuk dalam badan air, terjadi ledakan. Air muncrat ke atas permukaan laut. Perahu yang ditumpangi jurnalis The New York Times bergoyang.

Bom rakitan ini menggunakan bahan peledak dinamit. Dinamit termasuk alat peledak yang mempunyai daya rusak yang sangat kuat. Itu sebabnya, dinamit ini biasa dipakai dalam kegiatan penambangan untuk menghancurkan batu cadas, karang dan sebagainya.

Di Bohol, Filipina, terdapat nelayan yang menangkap ikan dengan menggunakan dinamit. Bahan ini diracik dalam botol.

Akibat penggunaan bahan peledak ini, ikan muncul ke permukaan. Ada yang sudah mati, dan tersengal-sengal dengan napas terakhir. Di bawah permukaan laut, karang hancur berkeping-keping.

Ledakan ini menghancurkan organ internal ikan karang, mematahkan tulang belakang ikan. Ikan yang terkena serpihan pecahan karang, dagingnya robek. Biota laut yang hidup di lokasi ledakan hingga radius 30 meter sulit untuk bertahan hidup akibat bom rakitan tersebut.

Penangkapan ikan dengan menggunakan dinamit menghancurkan rantai makanan dan karang sebagai tempat ikan tumbuh dan berkembang. Seluruh rantai makanan musnah sesaat setelah bom diledakan, termasuk plankton, ikan besar dan kecil.

Seperti diberitakan The New York Times online (15/6), nelayan yang menangkap ikan dengan menggunakan bahan peledak ini hanya mengetahui bahwa cara itu yang dapat menghasilkan uang. Bila tidak menggunakan bahan peledak, hasil tangkapan minim atau kembali tanpa ada hasil tangkapan ikan sama sekali.

Untuk mendapatkan akses ekslusif dalam investigasi ini,  nelayan yang menangkap ikan dengan bahan peledak di Bohol, meminta beberapa syarat kepada jurnalis The New York Times. Antara lain, nama mereka tidak disebut, begitu pula pulau yang mereka tempati. Karena nelayan ini takut ditangkap.

Berdasarkan foto dan video, The New York Times dapat mengambil gambar peracikan bom rakitan tersebut dalam botol. Kemudian, ikut dalam penangkapan ikan dengan menggunakan bom rakitan.

Video menggambarkan seorang nelayan melempar bom ikan tersebut, sejauh yang dia mampu. Sesaat setelah bom rakitan masuk dalam badan air, terjadi ledakan. Air muncrat ke atas permukaan laut.

Pengamatan The New York Times di Bohol dilakukan pada April lalu yang ditulis oleh Aurora Almendral dan fotografer Ben C. Solomon. Tulisan ini dengan judul “In the Philippines, Dynamite Fishing Decimates Entire Ocean Food Chains.”

Penangkapan ikan dengan menggunakan bom rakitan ini dapat berakibat sangat fatal bagi nelayan. Ada yang menjadi buta, tuli, cacat pada tubuh bahkan meninggal dunia.*

Sumber: The New York Times, 15 Juni 2018

Tags: biotaBoholBom IkanDinamit
Bagikan7Tweet4KirimKirim
Previous Post

Pinisi, Kapal Layar Ikon Dunia

Next Post

Ketua Umum ISKINDO Mengecek Kesiapan Ekspedisi Kapal Pinisi

Postingan Terkait

Gempa NTT, BMKG Catat 1624 Aftershock

Gempa NTT, BMKG Catat 1624 Aftershock

17 Agustus 2026
The Story of a Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Student Shaken by the M 7.7 Earthquake and Tsunami in NTT

The Story of a Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Student Shaken by the M 7.7 Earthquake and Tsunami in NTT

17 Agustus 2026

Semangat Kemerdekaan, Rektor UNG: Terus Belajar, Ciptakan Inovasi dan Penelitian yang Bermanfaat

Gempa M 6,2 di Teluk Tomini Mengakibatkan Satu Orang Meninggal Dunia

Gempa Susulan M 5 Masih Terus Terjadi di Nusa Tenggara Timur

Kisah Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Sedang Menjalankan KKN Diguncang Gempa M 7,7 dan Tsunami di NTT

NTT Earthquake: 45 Fatalities in Manggarai and East Manggarai Regencies

Gempa NTT, Korban Meninggal Dunia di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur 45 Orang

Next Post
Ketua Umum ISKINDO Mengecek Kesiapan Ekspedisi Kapal Pinisi

Ketua Umum ISKINDO Mengecek Kesiapan Ekspedisi Kapal Pinisi

Komentar tentang post

TERBARU

Gempa NTT, BMKG Catat 1624 Aftershock

The Story of a Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Student Shaken by the M 7.7 Earthquake and Tsunami in NTT

Semangat Kemerdekaan, Rektor UNG: Terus Belajar, Ciptakan Inovasi dan Penelitian yang Bermanfaat

Gempa M 6,2 di Teluk Tomini Mengakibatkan Satu Orang Meninggal Dunia

Gempa Susulan M 5 Masih Terus Terjadi di Nusa Tenggara Timur

Kisah Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Sedang Menjalankan KKN Diguncang Gempa M 7,7 dan Tsunami di NTT

AmsiNews

REKOMENDASI

2 Tahun Tsunami Teluk Palu

Hampir Lima Bulan 1601 Kejadian Bencana Alam di Indonesia

Cuaca Memburuk di Wellington, Tim Penyelamat Fokus pada Keselamatan Bayi Orca

Alfred Russel Wallace Menganjurkan Penelitian Laut Dalam Indonesia

Ahli Geologi Bahas Strategi Mitigasi Gunungapi Anak Krakatau

Badai Tropis Sanvu Bergerak di Utara Barat Laut Mikronesia

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.