“Sebaiknya tidak menggunakan tanki scuba, apabila dilakukan tanpa pengetahuan maka dapat berpotensi menyebabkan kebakaran,” kata Bayu seperti dikutip dari Ipb.ac.id, Rabu (14/7).
Meningkatnya kasus Covid-19 diiringi kebutuhan fasilitas kesehatan yang dapat menunjang pelayanan dan pengobatan pasien. Salah satu yang dibutuhkan adalah tabung oksigen yang dapat digunakan untuk menjaga saturasi oksigen pasien Covid-19.
Dengan adanya kelangkaan tabung oksigen memunculkan masukan dari sejumlah orang berkaitan dengan penggunaan tabung selam yang biasa digunakan oleh penyelam.
Dosen IPB University dari Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Dr Beginer Subhan, melalui Instagram membuat diskusi dengan tajuk “Bisakah Tabung Selam jadi Tabung Oksigen?” Selasa (13/7).
Diskusi ini mengundang Bayu Wardoyo sebagai narasumber dan instruktur Scuba School Internasional (SSI) dan instruktur Selam IPB University Rizya Ardiwijaya.
Menurut Rizya, tabung selam itu ada yang 12 liter dan bahannya menggunakan aluminium. Tidak semudah itu tabung selam dikonversi menjadi tabung oksigen. Ada proses pembersihan dan penggantian.
Berkaitan dengan konversi tabung selam menjadi tabung oksigen, kata Rizya, dapat berpotensi mengeluarkan modal yang lebih besar dari pada tabung oksigen medis yang ada.





Komentar tentang post