Selasa, Mei 19, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Tiga Senyawa Kimia Penyumbang Gas Rumah Kaca Terbanyak

redaksi
17 November 2023
Kategori : Berita, Iklim
0
Tiga Senyawa Kimia Penyumbang Gas Rumah Kaca Terbanyak

Gas rumah kaca utama, karbon dioksida (CO2), metana (CH4) dan Nitrous Oxide (N2O). GAMBAR: WMO

Sekitar 40% metana dilepaskan ke atmosfer dari sumber alami (misalnya lahan basah dan rayap). Selanjutnya, sekitar 60% berasal dari sumber antropogenik (misalnya hewan ruminansia, pertanian padi, eksploitasi bahan bakar fosil, tempat pembuangan sampah, dan pembakaran biomassa).

Peningkatan dari tahun 2021 ke tahun 2022 sedikit lebih rendah dari tingkat rekor yang diamati dari tahun 2020 hingga 2021, tetapi jauh lebih tinggi dari tingkat pertumbuhan tahunan rata-rata selama dekade terakhir.

Nitrous Oxide adalah gas rumah kaca yang kuat dan bahan kimia perusak ozon.

Nitrous Oxide dilepas ke atmosfer baik dari sumber alami (sekitar 60%) maupun sumber antropogenik (sekitar 40%), termasuk lautan, tanah, pembakaran biomassa, penggunaan pupuk, dan berbagai proses industri.

Untuk Nitrous Oxide, peningkatan dari tahun 2021 hingga 2022 lebih tinggi dibandingkan dengan peningkatan yang pernah terjadi sebelumnya dalam catatan waktu modern.

Siaran pers WMO mengatakan konsentrasi gas rumah kaca mencapai rekor tertinggi tahun 2022. Tren peningkatan gas rumah kaca yang memerangkap panas di atmosfer tersebut belum terlihat akan berakhir.

Konsentrasi rata-rata karbon dioksida (CO2) global, yang merupakan gas rumah kaca terpenting, pada tahun 2022 mencapai 50% lebih tinggi dibandingkan era pra-industri. Kondisi tertinggi ini tercatat untuk pertama kalinya dan terus bertumbuh pada tahun 2023.

Halaman 2 dari 4
Sebelumnya1234Selanjutnya
Tags: Emisi gas rumah kacaKarbon DioksidaMetanaNitrous OxidePerubahan IklimWorld Meteorological Organization
Bagikan12Tweet2KirimKirim
Previous Post

Integrasi Ilmu dan Kebijakan Dalam Menanggapi Perubahan Iklim Global

Next Post

Suhu Panas Menyerang Indonesia

Postingan Terkait

Peneliti UNG Mendorong Tata Kelola Kesehatan Menuju Emisi Nol Bersih

Peneliti UNG Mendorong Tata Kelola Kesehatan Menuju Emisi Nol Bersih

19 Mei 2026
WHO Umumkan Keadaan Darurat Kesehatan Wabah Virus Ebola di Afrika Tengah

WHO Umumkan Keadaan Darurat Kesehatan Wabah Virus Ebola di Afrika Tengah

19 Mei 2026

Sebagian Besar Wilayah Indonesia Masih Berpotensi Hujan

Hujan Berpotensi Terjadi di Indonesia Saat El Niño Condition

Banjir Melanda 10 Kelurahan di Kota Gorontalo

Penambangan Pasir Mengakibatkan Degradasi Lingkungan

Penggunaan Pasir Berlebihan Mengancam Ekosistem dan Mata Pencaharian

Program Studi S1 Ilmu Lingkungan UNG Meraih Akreditasi Baik dari BAN-PT

Next Post
Suhu Panas Menyerang Indonesia

Suhu Panas Menyerang Indonesia

TERBARU

Peneliti UNG Mendorong Tata Kelola Kesehatan Menuju Emisi Nol Bersih

WHO Umumkan Keadaan Darurat Kesehatan Wabah Virus Ebola di Afrika Tengah

Sebagian Besar Wilayah Indonesia Masih Berpotensi Hujan

Hujan Berpotensi Terjadi di Indonesia Saat El Niño Condition

Banjir Melanda 10 Kelurahan di Kota Gorontalo

Penambangan Pasir Mengakibatkan Degradasi Lingkungan

AmsiNews

REKOMENDASI

Bibit Siklon Tropis 94W Terletak di Utara Jayapura

Gempa Pohuwato Terjadi Karena Sesar Oblique, Berasosiasi dengan Subduksi Sulawesi Utara

KLHK Operasi Tambang Emas Ilegal di Boliyohuto dan Panua, Gorontalo

Awal Tahun 2021 Ada 13 Bencana Alam di Indonesia

Topan Yagi Menyebabkan 324 Orang Tewas dan Hilang di Vietnam

157 ABK Indonesia yang Bekerja di Kapal Ikan China Tiba di Bitung

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.