Sekitar 40% metana dilepaskan ke atmosfer dari sumber alami (misalnya lahan basah dan rayap). Selanjutnya, sekitar 60% berasal dari sumber antropogenik (misalnya hewan ruminansia, pertanian padi, eksploitasi bahan bakar fosil, tempat pembuangan sampah, dan pembakaran biomassa).
Peningkatan dari tahun 2021 ke tahun 2022 sedikit lebih rendah dari tingkat rekor yang diamati dari tahun 2020 hingga 2021, tetapi jauh lebih tinggi dari tingkat pertumbuhan tahunan rata-rata selama dekade terakhir.
Nitrous Oxide adalah gas rumah kaca yang kuat dan bahan kimia perusak ozon.
Nitrous Oxide dilepas ke atmosfer baik dari sumber alami (sekitar 60%) maupun sumber antropogenik (sekitar 40%), termasuk lautan, tanah, pembakaran biomassa, penggunaan pupuk, dan berbagai proses industri.
Untuk Nitrous Oxide, peningkatan dari tahun 2021 hingga 2022 lebih tinggi dibandingkan dengan peningkatan yang pernah terjadi sebelumnya dalam catatan waktu modern.
Siaran pers WMO mengatakan konsentrasi gas rumah kaca mencapai rekor tertinggi tahun 2022. Tren peningkatan gas rumah kaca yang memerangkap panas di atmosfer tersebut belum terlihat akan berakhir.
Konsentrasi rata-rata karbon dioksida (CO2) global, yang merupakan gas rumah kaca terpenting, pada tahun 2022 mencapai 50% lebih tinggi dibandingkan era pra-industri. Kondisi tertinggi ini tercatat untuk pertama kalinya dan terus bertumbuh pada tahun 2023.




