Pertama, tim melakukan survei makroseismik dengan melakukan verifikasi, identifikasi, dan dokumentasi visual terhadap tingkat kerusakan bangunan fisik di area terdampak.
Kedua, tim turut melakukan survei microtremor. Tim mengkaji karakteristik jenis tanah dan memetakan kondisi bawah permukaan tanah untuk kajian seismologi teknik pascabencana.
Data sementara di lapangan menunjukkan bahwa sejumlah bangunan di Kota Palu mengalami tingkat kerusakan ringan hingga sedang.
Sebaliknya, wilayah Kabupaten Sigi menghadapi dampak lebih parah dengan dominasi kerusakan sedang pada bangunan hunian dan fasilitas infrastruktur publik.
“Tim survei BMKG masih terus melanjutkan validasi data demi memperoleh gambaran dampak bencana yang utuh dan komprehensif,” ujarnya.
Lebih lanjut, BMKG akan mengolah seluruh hasil survei lapangan ini ke dalam sebuah laporan kajian teknis yang komprehensif.
Laporan tersebut akan menjadi dokumen acuan utama bagi pemerintah dalam mengambil kebijakan pemulihan pascabencana serta merancang strategi mitigasi jangka panjang yang lebih tangguh.
BMKG mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, memperhatikan kondisi bangunan di sekitarnya, serta selalu mengikuti informasi resmi yang disampaikan melalui kanal komunikasi BMKG.




