Selain pelayanan medis, tim juga mengedukasi warga terkait pencegahan penyakit yang berpotensi muncul pascabanjir, seperti diare, penyakit kulit, dan infeksi saluran pernapasan.
Edukasi difokuskan pada pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, penggunaan air bersih, serta perilaku hidup bersih dan sehat di tengah kondisi pascabencana.
Turut hadir di lokasi sekaligus menjalankan tugasnya sebagai Ketua BSMI Provinsi Gorontalo, yang menjadi bagian dari respons cepat lintas lembaga dalam membantu masyarakat terdampak.
Tim medis juga melibatkan dr. Randi Mokodoto serta mahasiswa yang tergabung dalam TBM Cutaneus.
Tim membuka posko pelayanan kesehatan dan memberikan pemeriksaan medis langsung kepada warga.
Layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan umum, konsultasi medis, pemberian obat-obatan, edukasi kesehatan pascabanjir, hingga penyaluran bantuan logistik kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat banjir bandang di Gorontalo Utara berdampak pada 747 kepala keluarga atau 3.524 jiwa, 724 unit rumah terdampak, tiga unit rumah hanyut serta 20 unit rumah mengalami rusak berat.
Wilayah terdampak meliputi Desa Biau, Bualo, Omuto, Didingga dan Luhuto di Kecamatan Biau.
Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara menetapkan status tanggap darurat sejak Selasa (26/5) hingga Rabu (24/6).



