Sekitar pukul 10.13 WIT, tim SAR menemukan tumpahan minyak. Pukul 12.00 WIT, tim SAR melaksanakan evaluasi di posko.
Berdasarkan hasil evaluasi, tim SAR berencana melaksanakan pencarian di dalam air atau penyelaman.
Sekitar pukul 13.00 WIT, tim SAR menggunakan rubber boat menuju lokasi untuk melaksanakan asesmen awal penyelaman.
Kedalaman laut diperkirakan sekitar 30 – 45 meter. Bersamaan dengan itu, peralatan selam dikirim dari Pelabuhan Babang menggunakan speedboat KUPP Babang, dengan estimasi tiba di posko sekitar pukul 15.15 WIT.
Namun, terdapat beberapa warga yang tidak sabar. Warga tersebut menuntut dilibatkan dalam operasi penyelaman dengan menggunakan selang dan kompresor.
Saat itulah terjadi perdebatan sengit. OSC (On Scene Comander) bersama Kapolsek Saketa, personil Polairud, personel Lanal, dan Kades Obit berupaya memberikan penjelasan kepada warga agar bersabar menunggu peralatan selam tiba 15 menit lagi.
Melihat situasi yang tidak kondusif, SMC memerintahkan Kapten KN SAR Pandu Dewanata menggerakkan kapal menjauhi Dermaga Tokaka menuju Pelabuhan Babang Kepulauan Bacan.
Fathur mengatakan tim SAR tidak mengakomodir atau merekomendasikan keinginan beberapa warga tersebut. Karena menyelam dengan menggunakan selang dan kompresor tidak aman (safety) bagi penolong.





Komentar tentang post