Untuk deteksi hotspot BMKG menggunakan sensor VIIRS dan MODIS pada satelit polar (NOAA20, S-NPP, TERRA dan AQUA). Satelit ini memberikan gambaran lokasi wilayah yang mengalami kebakaran hutan.
Satelit akan mendeteksi anomali suhu panas dibandingkan dengan sekitarnya. Observasi ini dilakukan pada siang dan malam hari untuk masing-masing satelit.
Sebagai catatan, menurut BMKG, di daerah yang tertutup awan atau blank zone, hotspot di wilayah tersebut tidak dapat terdeteksi.
Titik api masih terpantau di Sumatera bagian selatan, sebagian Kalimantan terutama wilayah tengah hingga timur, serta di beberapa wilayah Sulawesi, Maluku, serta Papua bagian barat dan selatan, disertai dengan kondisi dinamika atmosfer yang relatif kering dan mendukung penyebaran api di sebagian wilayah tersebut.
BMKG merekomendasikan perlu perhatian khusus di beberapa wilayah, di antaranya adalah Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Maluku, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.




