Selasa, Oktober 13, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Topan Koguma Sedikit Melemah di Dekat Tokyo

redaksi
13 Oktober 2026
Kategori : Berita
0
Topan Koguma Pertahankan Kekuatan di Timur Tenggara Kepulauan Ogasawara Jepang

Topan (typhoon) Koguma pada Minggu (11/10) sore. GAMBAR: ZOOM.EARTH

Darilaut – Topan (typhoon) Koguma sedikit melemah di dekat Tokyo, pada Selasa (13/10) dini hari. Saat ini Koguma — topan Jepang nomor 29 – terletak di timur tenggara Tokyo dengan jarak 934 km.

Koguma akan tetap berada di laut dan diperkirakan akan terus melemah beberapa hari ke depan.

Menurut Badan Meteorologi Jepang – Japan Meteorological Agency (JMA) Koguma telah bergerak utara timur-laut dengan kecepatan 30 km per jam / (16 knot).

Sistem ini memiliki tekanan udara pada pusatnya 965 hPa (hektopaskal). Kecepatan angin maksimum di sekitar pusat 40 meter per detik (75 knot), sedangkan kecepatan angin instan maksimum          55 meter per detik m (105 knot).

Area badai dengan kecepatan angin 50 knot atau lebih berada di seluruh area 95 km (50 NM). Sementara area angin kencang dengan kecepatan 30 knot atau lebih di timur 280 km (150 NM) dan barat 220 km (120 NM), kata JMA.

Pusat Peringatan Topan Gabungan — Joint Typhoon Warning Center (JTWC) mengatakan Koguma dengan kecepatan 26 km per jam (14 knot) selama 6 jam terakhir.

Tinggi gelombang signifikan maksimum mencapai 12,2 meter (40 kaki), kata JTWC.

Koguma telah melintasi sumbu punggungan subtropis (subtropical ridge) dan kini bergerak lebih cepat ke arah timur laut di sepanjang tepi barat laut punggungan lapisan dalam tersebut.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: JMAJTWCTokyoTopan Koguma
BagikanTweetKirimKirim
Previous Post

Mengapa Belajar Bahasa Inggris Terasa Melelahkan?

Next Post

Angin Kencang dan Potensi Hujan Lokal di Sejumlah Wilayah di Indonesia

Postingan Terkait

1.637 Titik Mengalami Hari Tanpa Hujan Kategori Ekstrim

Kekeringan Berlanjut, Lebih Dari 1100 Titik Panas di Indonesia, Terbanyak di Papua Selatan

13 Oktober 2026
Waspada Angin Kencang dan Potensi Hujan di Musim Kemarau

Angin Kencang dan Potensi Hujan Lokal di Sejumlah Wilayah di Indonesia

13 Oktober 2026

Gempa Darat Pohuwato M 5,7 Mekanisme Pergerakan Naik

Gempa Darat Pohuwato M 5,7 Dirasakan III-IV MMI di Buol dan Tolitoli

Gempa Darat Magnitudo 5,7 Guncang Pohuwato

Kamboja Memiliki Risiko Tinggi Mengalami Kekeringan Parah Selama Siklus El Niño

Kekeringan Akibat El Niño Menghantam Kamboja

Inflasi Provinsi Gorontalo September 2026 Naik Menjadi 5,46 Persen

Next Post
Waspada Angin Kencang dan Potensi Hujan di Musim Kemarau

Angin Kencang dan Potensi Hujan Lokal di Sejumlah Wilayah di Indonesia

TERBARU

Kekeringan Berlanjut, Lebih Dari 1100 Titik Panas di Indonesia, Terbanyak di Papua Selatan

Angin Kencang dan Potensi Hujan Lokal di Sejumlah Wilayah di Indonesia

Topan Koguma Sedikit Melemah di Dekat Tokyo

Mengapa Belajar Bahasa Inggris Terasa Melelahkan?

Gempa Darat Pohuwato M 5,7 Mekanisme Pergerakan Naik

Gempa Darat Pohuwato M 5,7 Dirasakan III-IV MMI di Buol dan Tolitoli

AmsiNews

REKOMENDASI

UNEA-5.2, Indonesia Mendorong Pengelolaan Danau Berkelanjutan

Tuna Steak Rp 120 Ribu Per Kilogram di Ambon

Dunia Menghadapi Krisis Iklim, Hilangnya Keanekaragaman Hayati dan Ketidakstabilan Keuangan

Beda dengan Pinokio, Tim Peneliti Temukan Spesies Baru Katak dari Kalimantan

Pemulihan Ekosistem Mangrove Untuk Mengurangi Emisi

Topan Bulan September Merusak Ratusan Ribu Rumah di Filipina, Taiwan dan Vietnam: 121 Orang Tewas dan Hilang

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.