Kamis, Oktober 15, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Tips & Trip Biota Eksotis

Ketam Tapak Kuda, Satwa yang Memiliki Darah Biru

redaksi
12 September 2018
Kategori : Biota Eksotis
0
Ketam Tapak Kuda, Satwa yang Memiliki Darah Biru

Tachipleus gigas (Ketam tapak kuda). FOTO: GUSNAR LUBIS ISMAIL

“FOSIL HIDUP” ini sudah ada ratusan juta tahun lalu. Bertahan dari kepunahan massal di bumi.

Satwa ini, memiliki darah biru yang sesungguhnya. Hidupnya lebih banyak di kawasan mangrove.

Tachipleus gigas nama ilmiah yang disandang hewan ini. Dalam bahasa Indonesia disebut Ketam tapak kuda.

Adapula yang menyebut Kepiting tapal kuda. Dalam bahasa Inggris disebut Horseshoe crab.

Bahasa lokal untuk satwa ini biasa disebut Mimi atau Belangkas.

Bentuk tubuhnya mirip ikan pari, dengan ekor memanjang. Ketam tapak kuda memiliki 10 mata.

Dalam dunia kedokteran, darah Tachipleus gigas sangat berharga karena digunakan untuk bahan penguji endotoksin dan dapat mendiagnosis penyakit.

Darahnya yang biru berisi hemosianin, yang mahal harganya.

Harga yang mahal ini membuat Ketam tapak kuda rawan diselundupkan. Seperti pada Maret 2017 lalu, di Sumatera Selatan, satwa ini akan diselundupkan ke Malaysia.

Petugas Balai Konservasi Sumberdaya Alam (KSDA) dan Polair Kepolisian Daerah Sumatera Selatan menangkap penyelundup Ketam tapak kuda. Petugas mendapati sebanyak 5.000 ketam tapak kuda dalam keadaan mati dan 57 yang masih hidup di perairan Sungsang.

Tachipleus gigas termasuk biota yang dilindungi berdasarkan PP Nomor 7 Tahun 1999 Tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: gorontalo utaraTachipleus gigas
Bagikan25Tweet13KirimKirim
Previous Post

Bagaimana Pelampung Raksasa Bersihkan Sampah Plastik dari Lautan Pasifik ?

Next Post

Pembantaian Mamalia Laut Masih Berlanjut di Kepulauan Faroe

Postingan Terkait

Paus Orca Predator Alami Paus Minke Antartika, Balaenoptera bonaerensis

Paus Orca Predator Alami Paus Minke Antartika, Balaenoptera bonaerensis

30 Januari 2026
Mengenal Paus Minke, Balaenoptera acutorostrata

Mengenal Paus Minke, Balaenoptera acutorostrata

27 Januari 2026

Spesies Ikan Baru Ditemukan di Pulau Taiping, Taiwan

Peneliti Temukan Spesies Ikan Baru di Guangdong, Cina selatan

Pari Kikir Tak Bisa Ditangkap Secara Bebas

Indonesia Tetapkan 5,75 Juta Hektare Kawasan Konservasi Hiu dan Pari

Fosil Kerang Langka Ditemukan dalam Keadaan Hidup

Triliunan Bayi Kepiting Merah Migrasi Tahunan di Pulau Christmas

Next Post
Pembantaian Mamalia Laut Masih Berlanjut di Kepulauan Faroe

Pembantaian Mamalia Laut Masih Berlanjut di Kepulauan Faroe

Komentar tentang post

TERBARU

UNICEF Peringatkan 190 Juta Anak di Asia dan Pasifik Menghadapi Risiko Iklim Akibat El Niño

Media Beretika Bukan Media yang Tidak Pernah Salah

59 Daerah di Pulau Sulawesi Peringatan Dini Kekeringan Kategori Awas

21 Daerah di Gorontalo dan Sulawesi Utara Mengalami Kekeringan Kategori Awas

Sejumlah Negara ASEAN Sepakat Lindungi Karya Jurnalistik dari Eksploitasi Platform Digital dan AI

Kondisi El Niño Sangat Kuat Memengaruhi Musim Dingin di Asia Selatan

AmsiNews

REKOMENDASI

RUU Hak Cipta, Ketua Dewan Pers: Karya Jurnalistik Bagian Penting Dari Kekayaan Intelektual Bangsa

Topan Darian Meningkat Pesat Menjadi Siklon Tropis Kategori 5

Tantangan Budidaya Lobster Mutiara di Tengah Pandemi Virus Corona

Mengurangi Emisi Karbon Melalui Tumbuhan Lamun

LIPI Temukan Spesies Ikan Endemik Baru dari Sungai Mahakam

50 Tahun CITES Telah Mengatur Perdagangan Lebih Dari 40.000 Spesies

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.