Rabu, Oktober 28, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Topan Menghancurkan Geopark Global UNESCO Non Nuoc Cao Bang, Vietnam Perkuat Peringatan Dini

redaksi
28 Oktober 2026
Kategori : Berita
0
Topan Menghancurkan Geopark Global UNESCO Non Nuoc Cao Bang, Vietnam Perkuat Peringatan Dini

Kawasan Geopark Global UNESCO Non Nuoc Cao Bang, Vietnam. FOTO: Pham Ngoc Khoa/UNESCO.ORG

Risiko Berantai

Penilaian ini menunjukkan bahwa banjir, banjir bandang, dan tanah longsor di Cao Bang merupakan bahaya yang saling terkait dan bersifat berantai. Curah hujan ekstrem yang berkepanjangan dapat menjenuhkan daerah tangkapan air yang curam, meningkatkan aliran permukaan dan ketinggian air sungai secara drastis, serta memicu tanah longsor dan aliran puing.

Selanjutnya, material longsor dapat menyumbat saluran drainase dan alur sungai, yang kemudian memperparah banjir di wilayah hilir.

Di medan pegunungan yang terjal ini, rentang waktu untuk melakukan tindakan dini bisa sangat singkat. Di sepanjang sungai Bang Giang, jeda waktu peringatan kritis untuk banjir besar hanya berkisar antara 12 hingga 24 jam. Pada daerah tangkapan air yang lebih kecil dan curam, banjir bandang, tanah longsor, dan kenaikan permukaan air sungai yang cepat bahkan dapat terjadi dalam hitungan jam saja.

Penilaian ini juga menunjukkan bahwa paparan terhadap bahaya serta kerentanan infrastruktur sangat memperparah dampak yang ditimbulkan. Permukiman dan jalur transportasi yang terletak di kawasan rawan bencana, ditambah dengan kapasitas saluran air yang terbatas serta perubahan tata guna lahan yang pesat, dapat melipatgandakan konsekuensi dari cuaca ekstrem.

Halaman 3 dari 4
Sebelumnya1234Selanjutnya
Tags: Geopark Global UNESCO Non Nuoc Cao BangSistem Peringatan DiniUnescoVietnam
BagikanTweetKirimKirim
Previous Post

UNG Terima Penghargaan Sebagai Kampus Inspiratif Pemberdayaan Masyarakat

Next Post

Peringatan Dini dan Tindakan Berbasis Dampak di Provinsi Cao Bang Vietnam

Postingan Terkait

Menyingkap Asal-usul Laut Purba di Geopark Global UNESCO Non Nuoc Cao Bang Vietnam

Menyingkap Asal-usul Laut Purba di Geopark Global UNESCO Non Nuoc Cao Bang Vietnam

28 Oktober 2026
Peringatan Dini dan Tindakan Berbasis Dampak di Provinsi Cao Bang Vietnam

Peringatan Dini dan Tindakan Berbasis Dampak di Provinsi Cao Bang Vietnam

28 Oktober 2026

UNG Terima Penghargaan Sebagai Kampus Inspiratif Pemberdayaan Masyarakat

Lonjakan Karbon Dioksida Bersamaan dengan Fenomena El Niño

Masa Hidup Sulfur Heksafluorida di Atmosfer Lebih Dari 1.000 Tahun, Memiliki Potensi Pemanasan Global

Gas Rumah Kaca Mencapai Rekor Tertinggi

Keberadaan Teripang di Balik Mosaik Habitat Lamun Teluk Tomini

Titik Panas Terbanyak Masih Kalimantan, Asap Menyelimuti Sumatera, Sulawesi, Maluku dan Papua

Next Post
Peringatan Dini dan Tindakan Berbasis Dampak di Provinsi Cao Bang Vietnam

Peringatan Dini dan Tindakan Berbasis Dampak di Provinsi Cao Bang Vietnam

TERBARU

Menyingkap Asal-usul Laut Purba di Geopark Global UNESCO Non Nuoc Cao Bang Vietnam

Peringatan Dini dan Tindakan Berbasis Dampak di Provinsi Cao Bang Vietnam

Topan Menghancurkan Geopark Global UNESCO Non Nuoc Cao Bang, Vietnam Perkuat Peringatan Dini

UNG Terima Penghargaan Sebagai Kampus Inspiratif Pemberdayaan Masyarakat

Lonjakan Karbon Dioksida Bersamaan dengan Fenomena El Niño

Masa Hidup Sulfur Heksafluorida di Atmosfer Lebih Dari 1.000 Tahun, Memiliki Potensi Pemanasan Global

AmsiNews

REKOMENDASI

Dua Siklon Tropis Tumbuh di Belahan Bumi Utara

Berdampak pada Kesehatan, PBB Memperingati Hari Memerangi Badai Pasir dan Debu

Pendeteksi Signal Distress Digunakan untuk Cari MV Nur Allya di Maluku Utara

Apa Itu Siklon Ekstratropis?

Tanpa Kredibilitas Media Massa Akan Bangkrut

KKP Menangkap 2 Kapal Ikan Berbendera Vietnam

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.