Darilaut – Topan (Typhoon) Saudel belum sepenuhnya punah setelah mendarat dua kali mendarat dua kali di pesisir Provinsi Zhejiang, Cina timur, pada hari Jumat (28/8), dan masuk ke pedalaman. Saat ini, Selasa (1/9) Saudel yang mengalami regenerasi menjadi badai tropis (Tropical Storm) di Laut Cina Selatan terletak di dekat Hong Kong. Badai Saudel dengan jarak sekira 230 km selatan tengara Hong Kong bergerak ke timur laut. Jalur lintasan Saudel cukup jauh. Siklon tropois ini mulai berkembang sebagai bibit dan menjadi badai tropis di dekat Mikronesia, Samudra Pasifik, pada Rabu (19/8) sore. Saudel kemudian bergerak secara umum ke barat laut mendekai Guam dan utara Kepulauan Mariana Utara. Selanjutnya topan Saudel bergerak ke selatan Jepang. Topan Saudel mendarat atau melintas sangat dekat dengan Wadomari, Pulau Okinoerabu, Jepang, pada Selasa (25/8) tengah malam. Topan ini bergerak ke barat-barat laut menuju Laut Cina Timur, dengan membawa angin kencang, hujan lebat dan gelombang tinggi di pulau-pulau kecil di barat daya Jepang, pada Selasa dan Rabu (26/8). Setelah melintasi Laut Cina Timur, Saudel mendarat di pantai Kota Yuhuan, wilayah yang dikelola Kota Taizhou, pesisir Provinsi Zhejiang, Cina Timur, pada Jumat (28/8) pagi. Lokasi pendaratan di Yuhuan, sama dengan pendaratan topan Dolphin Minggu 9 Agustus 2026 sore dan topan Bavi pada Sabtu 11 Juli 2026 malam. Satu jam kemudian, Saudel untuk kedua kalinnya mendarat di pesisir Kota Wenzhou, Zhejiang. Saudel bergerak ke pedalaman Zhejiang dan Fujian kemudian berbelok ke barat-barat daya dan barat daya dan selatan hingga mencapai Pulau Hainan, dan melintasi Laut Cina Selatan. Saudel akan bergerak ke arah timur melintasi bagian utara Laut Cina Selatan, secara bertahap mendekati pesisir Guangdong timur pada hari ini dan besok (Rabu, 2/9), kata Observatorium Hong Kong — Hong Kong Observatory (HKO). HKO mengatakan akibat pengaruh gabungan Saudel dan monsun timur laut, kondisi cuaca di pesisir Cina selatan akan menjadi lebih berangin, disertai hujan dan embusan angin kencang, serta gelombang tinggi. Pada hari Kamis (3/9), Saudel diperkirakan masih akan berada di sekitar wilayah timur laut Laut Cina Selatan dan pesisir Guangdong timur. Namun, menurut HKO, terdapat ketidakpastian mengenai pergerakan dan intensitasnya. Lintasan siklon tropis Saudel di Laut Cina Selatan. GAMBAR: HKO Badan Meteorologi Jepang – Japan Meteorological Agency (JMA) mengatakan Saudel sedang bergerak ke timur-timur laut dengan kecepatan 20 km per jam (12 knot). Sistem ini memiliki tekanan udara pada pusatnya 994 hPa (hektopaskal). Saudel mengemas kecepatan angin maksimum 18 meter per detik (35 knot), sedangkan kecepatan angin instan maksimum 25 meter per detik (50 knot). Area angin kencang dengan kecepatan 30 knot atau lebih di selatan 390 km (210 NM) dan utara 280 km (150 NM), menurut JMA. Pusat Peringatan Topan Gabungan — Joint Typhoon Warning Center (JTWC) mengatakan selama enam jam terakhir Saudel telah bergerak ke arah timur laut dengan kecepatan 22 km per jam (12 knot). Saudel berada 256 km di sebelah selatan Hong Kong. Data meteorologi yang tersedia mengindikasikan terjadinya regenerasi pada Saudel, oleh karena itu, JTWC kembali mengeluarkan peringatan. Tinggi gelombang signifikan maksimum mencapai 5,5 meter (18 kaki), kata JTWC. Evakuasi Lebih dari satu juta orang di evakuasi sebelum dan saat topan Saudel mendarat di Zhejiang, pesisir Cina timur. Melansir Xinhua, sedikitnya 247.700 warga di wilayah berisiko tinggi di Fujian telah dievakuasi, sementara lebih dari 80.000 personel darurat dan 80.000 unit peralatan disiagakan, menurut markas besar pengendalian banjir dan penanggulangan kekeringan provinsi setempat. Sebelum Saudel mendarat, sebanyak 14.682 kapal penangkap ikan laut di Zhejiang telah berlindung di pelabuhan, dan 47.983 awak kapal serta 1.906 pekerja budidaya perairan telah dievakuasi ke daratan, guna memastikan tidak ada orang, kapal, ataupun aktivitas yang tersisa di laut. Evakuasi juga dilakukan di Wenzhou. Mengutip Reuters, pemerintah Wenzhou memerintahkan evakuasi lebih dari 820.000 orang, sementara otoritas Taizhou menangguhkan delapan rute feri penumpang dan mengidentifikasi 52.000 orang yang perlu dievakuasi, demikian dilaporkan penyiar negara CCTV.