Darilaut – Sepanjang tahun 2025, terjadi peningkatan jumlah topan atau siklon tropis di Pasifik Utara bagian Barat dan Laut Cina Selatan.
Salah satu badai terkuat tahun ini adalah Topan Super Ragasa (Super Typhoon Ragasa). Meski terkuat, karena prakiraan, peringatan dini yang tertata dengan baik dan manajemen bencana yang sukses telah meminimalkan korban jiwa.
Sistem ini terbentuk menjadi badai tropis (Tropical Storm) bulan September di Laut Filipina. Ragasa dengan nama Filipina “Nando” bergerak ke arah barat laut dan menguat menjadi Badai Tropis Parah (Severe Tropical Storm).
Ragasa dengan cepat menguat menjadi topan (typhoon) . Mata topan mulai terbentuk dan terlihat jelas, selanjutnya menguat menjadi Topan super (Super Typhoon).
Topan terkuat ini melintas sangat dekat dengan Pulau Babuyan dan mendarat di Pulau Calayan, Filipina.
Setelah mendarat di Pulau Calayan dan melintasi Selat Luzon, topan super Ragasa akan memasuki Laut Cina Selatan.
Meski tidak mendarat langsung di Taiwan, Ragasa membawa hujan sangat lebat menyebabkan banjir dahsyat di Kabupaten Hualien. Puluhan orang tewas dan hilang.
Hujan mengakibatkan jebolnya danau penghalang (barrier) dan membanjiri wilayah di sekitar.
Topan Super Ragasa melintasi Laut Cina Selatan, membawa gelombang tinggi, hujan lebat dan angin kencang menghantam wilayah Hong Kong. Sebanyak 101 orang mengalami cedera akibat topan dan mendapat perawatan medis di rumah sakit umum.




