Minggu, Mei 31, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Kajian

Blob, Gelombang Panas Terbesar di Laut

redaksi
3 April 2022
Kategori : Kajian
0
Banjir Rob Merendam Kota Medan dan Batu Bara

Ilustrasi gelombang air laut. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Gelombang panas terbesar yang pernah tercatat sering disebut ‘Blob’ karena menyerupai sebuah gumpalan.

Blob bisa dideskripsikan sebagai efek dari gelombang panas yang terjadi di dalam laut yaitu fenomena di mana suhu laut meningkat sebesar 3 – 6 derajat Celcius dengan radius sekitar 1.600 km.

Blob ini disebabkan oleh adanya massa air hangat di laut yang berkumpul di suatu titik dalam jumlah yang besar. Massa air yang bersuhu lebih hangat ini dianggap tidak biasa pada kondisi laut dan berperan pada pembentukan kondisi cuaca yang juga tidak biasa di Pantai Pasifik Amerika Utara.

Blob yang diketahui oleh para peneliti, terdapat di Samudera Pasifik dan lepas pantai Amerika Utara. Blob pertama kali ditemukan pada tahun 2013, lalu menyebar pada tahun 2014 musim semi tahun 2016.

Fenomena gelombang panas laut (GPL) mempengaruhi struktur ekosistem, dengan mendukung spesies tertentu dan menekan spesies yang lain.

Sebagai contoh, setelah gelombang panas laut tahun 2011 di Australia Barat, komunitas ikan memiliki sifat yang lebih “tropis” daripada sebelumnya dan hutan rumput laut yang luas menjadi rumput laut yang persisten.

Menurut para ilmuwan, penyebab fenomena tersebut berkaitan dengan gelombang panas laut ekstrem yang terjadi setelah beberapa dekade pemanasan laut.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: Gelombang Panas LautPemanasan GlobalPemanasan Laut
Bagikan2Tweet1KirimKirim
Previous Post

Untuk Melihat Hilal Perlu Alat Bantu Optik

Next Post

Gelombang Panas Laut Sebabkan Cuaca Ekstrem

Postingan Terkait

Setelah Ekosistem Hutan Runtuh Perlu Pemulihan Berbasis Bentang Alam

Bagaimana Negara-negara Berkembang Dapat Mengumpulkan Dana Untuk Mengatasi Krisis Iklim

10 Maret 2026
Dari Gorontalo ke Eropa, Tiga Mahasiswa FIP UNG Ikuti Erasmus+ di Trnava University

Dari Gorontalo ke Eropa, Tiga Mahasiswa FIP UNG Ikuti Erasmus+ di Trnava University

3 Maret 2026

Anak-Anak Pesisir Teluk Tomini di Era Digital

Siklon Senyar, Gajah di Pelupuk Mata dan Politik Ekologi Indonesia

AI dan Kerumunan

Ketika Dua Raksasa Paus Biru dan Hiu Paus Bertemu di Laut Tomini

Tulidu: Agar Motulidu, Harus Molu’udu

Kampung Nelayan Merah Putih di Gorontalo: Program Prioritas, Risiko Mercusuar

Next Post
Perubahan Iklim Terlihat Melalui Cuaca yang Lebih Ekstrem

Gelombang Panas Laut Sebabkan Cuaca Ekstrem

Komentar tentang post

TERBARU

Mahasiswa Keperawatan UNG Terpilih Dalam Program Kesehatan Global 2026

Topan Jangmi Menguat, Bawa Gelombang 10 Meter di Laut Filipina

Tuan Rumah Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 Azerbaijan, 2027 Serbia

Badai Tropis Parah Jangmi Akan Menguat Menjadi Topan di Laut Filipina

Temuan Penting Laporan Terbaru WMO

Lebih Banyak Rekor Suhu Terpanas Global di Masa Depan

AmsiNews

REKOMENDASI

Hasil Tangkapan Sampingan dan Fungsi Ekosistem

PBB: Korban Gempa Dahsyat Myanmar Bertambah Menjadi 2000 Orang Tewas

Dua Depresi Tropis Berkembang di Utara Indonesia

KPLP: Bila Cuaca membahayakan Keselamatan Kapal, Syahbandar Tunda Persetujuan Berlayar

Warga Sumatera Barat Tersengat Ubur-ubur Bluebottle, 8 Masuk Rumah Sakit

Analisis Geologi Gempa Togean Tojo Una-Una

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.