Sabtu, September 5, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Kajian

Blob, Gelombang Panas Terbesar di Laut

redaksi
3 April 2022
Kategori : Kajian
0
Banjir Rob Merendam Kota Medan dan Batu Bara

Ilustrasi gelombang air laut. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Gelombang panas terbesar yang pernah tercatat sering disebut ‘Blob’ karena menyerupai sebuah gumpalan.

Blob bisa dideskripsikan sebagai efek dari gelombang panas yang terjadi di dalam laut yaitu fenomena di mana suhu laut meningkat sebesar 3 – 6 derajat Celcius dengan radius sekitar 1.600 km.

Blob ini disebabkan oleh adanya massa air hangat di laut yang berkumpul di suatu titik dalam jumlah yang besar. Massa air yang bersuhu lebih hangat ini dianggap tidak biasa pada kondisi laut dan berperan pada pembentukan kondisi cuaca yang juga tidak biasa di Pantai Pasifik Amerika Utara.

Blob yang diketahui oleh para peneliti, terdapat di Samudera Pasifik dan lepas pantai Amerika Utara. Blob pertama kali ditemukan pada tahun 2013, lalu menyebar pada tahun 2014 musim semi tahun 2016.

Fenomena gelombang panas laut (GPL) mempengaruhi struktur ekosistem, dengan mendukung spesies tertentu dan menekan spesies yang lain.

Sebagai contoh, setelah gelombang panas laut tahun 2011 di Australia Barat, komunitas ikan memiliki sifat yang lebih “tropis” daripada sebelumnya dan hutan rumput laut yang luas menjadi rumput laut yang persisten.

Menurut para ilmuwan, penyebab fenomena tersebut berkaitan dengan gelombang panas laut ekstrem yang terjadi setelah beberapa dekade pemanasan laut.

Halaman 1 dari 3
123Selanjutnya
Tags: Gelombang Panas LautPemanasan GlobalPemanasan Laut
Bagikan2Tweet1KirimKirim
Previous Post

Untuk Melihat Hilal Perlu Alat Bantu Optik

Next Post

Gelombang Panas Laut Sebabkan Cuaca Ekstrem

Postingan Terkait

Sudah Saatnya Kita Memikirkan Ulang Pembelajaran Bahasa Inggris

Sudah Saatnya Kita Memikirkan Ulang Pembelajaran Bahasa Inggris

26 Agustus 2026
Provinsi Gorontalo yang Mencemaskan

Senjakala Elite Nasional Gorontalo

28 Juli 2026

Iklan Tidak Membeli Pemberitaan

Kritik terhadap Pembongkaran Cagar Budaya di Gorontalo

Antara IPERA dan Pajak dalam Badan Hukum (Koperasi) Pengelola Wilayah Pertambangan Rakyat

Bagaimana Negara-negara Berkembang Dapat Mengumpulkan Dana Untuk Mengatasi Krisis Iklim

Dari Gorontalo ke Eropa, Tiga Mahasiswa FIP UNG Ikuti Erasmus+ di Trnava University

Anak-Anak Pesisir Teluk Tomini di Era Digital

Next Post
Perubahan Iklim Terlihat Melalui Cuaca yang Lebih Ekstrem

Gelombang Panas Laut Sebabkan Cuaca Ekstrem

Komentar tentang post

TERBARU

Letusan Gunung Ibu Tercatat Sebanyak 1486 Kali

Afrika Lebih Besar, PBB: Distorsi Pengecilan Melanggengkan Pandangan Dunia yang Tidak Seimbang

Peta Afrika Tampak Kecil, Tidak Sesuai Ukuran Asli

Gunung Ibu di Halmahera Barat Meletus

UNAIR Beri Dukungan Optimal untuk Membantu Program Studi Kebidanan UNG

Kejadian Langka Saat Fenomena El Niño: Trio Siklon Tropis Beriringan di Pasifik Timur Laut

AmsiNews

REKOMENDASI

Banyak Kasus Tumpahan Minyak dan Tabrakan Terumbu Karang di Indonesia

Enam Aplikasi Digital Nelayan Indonesia

Bayi Orca di Wellington Dipindahkan ke Kolam

Penguburan Paus Sperma Wakatobi, Badan dan Kepala Dipisah

Air Hujan Akibat La Nina Dapat Dimanfaatkan Untuk Mendukung Ketahanan Pangan

Intensifikasi Badai Beryl Sangat Cepat, IPCC: Proporsi Siklon Tropis Meningkat Akibat Perubahan Iklim

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.