Sabtu, Juni 13, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Belajar dari Jepang, Indonesia Perlu Siaga Potensi Megathrust

Novita J. Kiraman
9 Desember 2025
Kategori : Berita
0
Belajar dari Jepang, Indonesia Perlu Siaga Potensi Megathrust

GAMBAR: BRIN

Darilaut – Risiko gempa megathrust kembali menjadi sorotan komunitas ilmiah global. Pemahaman mengenai pergerakan kerak bumi, tanda-tanda awal sebelum terjadinya gempa besar, hingga strategi mitigasi berbasis teknologi terus dikembangkan untuk mengurangi dampak bencana di wilayah rawan. Isu penting tersebut menjadi fokus dalam Geohazard Webinar #5 bertema “Understanding Geohazard With GNSS” yang digelar Pusat Riset Kebencanaan BRIN secara daring, Selasa (2/12).

Mengutip yang di sampaikan BRIN dalam webinar tersebut, tiga pakar geofisika dan geodesi memaparkan temuan terkini terkait potensi megathrust dan bagaimana Indonesia dapat mengantisipasinya melalui integrasi teknologi pemantauan deformasi jangka panjang.

Prof. Kosuke Heki dari Hokkaido University, yang tengah menjadi Visiting Researcher di Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN, membuka paparan dengan menjelaskan dinamika megathrust di zona Nankai Trough, Jepang. Menurutnya, kawasan tersebut telah lama menjadi laboratorium alam yang memberikan pelajaran penting bagi negara-negara yang berada di jalur subduksi, termasuk Indonesia.

Ia menjelaskan bahwa gempa besar berkekuatan magnitudo 8 di zona tersebut memiliki interval kejadian relatif pendek, yakni sekitar 50 hingga 100 tahun.

“Ini adalah pandangan klasik kami sebelum terjadi gempa bumi besar,” ujar Kosuke. Ia menekankan bahwa potensi gempa besar tetap ada meski waktunya sulit diprediksi.

Halaman 1 dari 4
12...4Selanjutnya
Tags: BRINGNSSMitigasiRisiko gempa megathrust
Bagikan2Tweet1KirimKirim
Previous Post

Banjir Rob Menggenangi Pesisir Kabupaten Natuna

Next Post

Topan Super Ragasa Terkuat Tahun 2025 di Laut Cina Selatan, Tak Ada Korban Jiwa di Cina

Postingan Terkait

Gempa Sarangani di Filipina Selatan Merusak 100 Rumah dan Gedung di Sangihe dan Talaud

Gempa Sarangani Merusak 249 Rumah dan 26 Fasilitas Umum di Sulawesi Utara

13 Juni 2026
Banjir Rob Merendam Kota Medan dan Batu Bara

Konvensi Barcelona Menandai Keberhasilan Program Laut Regional

13 Juni 2026

UNG Buka Program Akademik Internasional “Teluk Tomini” untuk Mahasiswa Dari Berbagai Negara

Barang Bukti 1.300 Ekor Ikan Napoleon Hidup Dikembalikan ke Habitatnya

Mahasiswi Manajemen UNG Raih Top 5 Finalist International Business Competition di Vietnam

Hujan Signifikan di Sejumlah Wilayah

Prakiraan Iklim ASEAN: Kondisi Suhu dan Curah Hujan di Daratan Asia Tenggara dan Benua Maritim

Dewan Pers Matangkan Usulan RUU Hak Cipta Bersama Konstituen

Next Post
Observatorium Hong Kong Keluarkan Sinyal Angin Kencang, Jangan Keluar Rumah

Topan Super Ragasa Terkuat Tahun 2025 di Laut Cina Selatan, Tak Ada Korban Jiwa di Cina

TERBARU

Gempa Sarangani Merusak 249 Rumah dan 26 Fasilitas Umum di Sulawesi Utara

Konvensi Barcelona Menandai Keberhasilan Program Laut Regional

UNG Buka Program Akademik Internasional “Teluk Tomini” untuk Mahasiswa Dari Berbagai Negara

Barang Bukti 1.300 Ekor Ikan Napoleon Hidup Dikembalikan ke Habitatnya

Mahasiswi Manajemen UNG Raih Top 5 Finalist International Business Competition di Vietnam

Hujan Signifikan di Sejumlah Wilayah

AmsiNews

REKOMENDASI

Badai Daniel yang Menghantam Libya Timur Mengubah Padang Pasir Menjadi Lautan

Masih Banyak Laporan Pungli Izin Usaha Perikanan Tangkap

Depresi Tropis Florita Terbentuk di Dekat Filipina

Bangkai Hiu Paus Terapung di Sungai Bogowonto Yogyakarta

Penyu Hijau Mati Karena Konsumsi Plastik

Perburuan Selama 3 Bulan, Jepang Bawa 223 Paus

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.