Minggu, Juni 7, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Malakas Jadi Topan yang Sangat Kuat di Laut Filipina

redaksi
13 April 2022
Kategori : Berita
0
Gelombang Laut Hingga 4 Meter, Topan Malakas Berjarak 1960 km Dari Tahuna

Satelit Enhanced RealVue™ AccuWeather Selasa malam, waktu setempat, menunjukkan Topan Malakas di barat laut Guam, sementara sirkulasi Megi tetap ada di Filipina. GAMBAR: ACCUWEATHER

Darilaut – Malakas telah berkembang menjadi topan yang sangat kuat (Very Strong Typhoon) di Laut Filipina, Samudra Pasifik, Rabu (13/4).

Layanan satelit Zoom.earth menginformasikan Malakas dengan kecepatan maksimum 215 km per jam dan tekanan udara minimum 939 mb.

Menurut Pusat Peringatan Bersama Siklon Tropis (JTWC) Malakas dengan nama Filipina Basyang, terletak 887 km selatan-barat daya Iwo To, dan telah bergerak ke timur laut dengan kecepatan 15 km per jam (8 knot) selama 6 jam terakhir.

Tidak ada perubahan prakiraan yang signifikan di jalur Malakas. Sistem akan terus berakselerasi ke arah timur laut selama durasi periode prakiraan.

Area Tekanan Rendah Agaton telah melebur dengan Malakas. Setelah lepas dari daratan (pulau) dan masuk kembali ke Laut Filipina, Agaton (nama internasional Megi) berasimilasi dengan Malakas (nama Filipina Basyang).

Dengan tipe Very Strong Typhoon (ST) diperkirakan Malakas sudah mencapai puncaknya. Tinggi gelombang maksimum 11,6 meter (38 feet).

Dalam waktu dekat, intensitas diperkirakan akan tetap stabil selama 12 jam ke depan. Tetapi akan menurun tajam dalam 24 jam karena udara kering di barat mulai memasuki inti sistem.

Dalam 36 jam, sistem mulai terlepas dan mempercepat tren pelemahan. Secara bersamaan sistem mulai berinteraksi dengan zona baroklinik di utara, menandai dimulainya transisi ekstratropis (ETT).

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: JTWCLaut FilipinaSamudra PasifikSiklon Tropis
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Diperparah Perubahan Iklim, Topan Mematikan Awal Tahun Ini Melanda Afrika

Next Post

Badai di Afrika Tenggara, Lebih Dari 1 Juta Orang Terkena Dampak, 230 Meninggal Dunia

Postingan Terkait

Ikan Napoleon

Kapal Pengawas Orca 04 Tangkap Kapal Asing Bawa 1,2 Ton Ikan Napoleon di Laut Sulawesi

7 Juni 2026
Guterres: Terumbu Karang Sekarat, Stok Ikan Runtuh dan Permukaan Laut Naik

4.000 Spesies Laut Terpengaruh Plastik

7 Juni 2026

World Oceans Day, Emisi Sampah Plastik Capai 52,1 Juta Metrik Ton per Tahun

Mahasiswa FMIPA UNG Bersih Sampah dan Transplantasi Terumbu Karang di Bone Bolango

66 Lulusan Profesi Ners UNG Siap Mengabdi untuk Kesehatan Masyarakat

Depresi Tropis Terletak di Laut Cina Timur

Jawa Timur Bagikan Praktik Baik Pengembangan Ekosistem Halal

Penguatan Ekosistem Halal Dorong Pertumbuhan Ekonomi Syariah Indonesia

Next Post
Badai di Afrika Tenggara, Lebih Dari 1 Juta Orang Terkena Dampak, 230 Meninggal Dunia

Badai di Afrika Tenggara, Lebih Dari 1 Juta Orang Terkena Dampak, 230 Meninggal Dunia

Komentar tentang post

TERBARU

Kapal Pengawas Orca 04 Tangkap Kapal Asing Bawa 1,2 Ton Ikan Napoleon di Laut Sulawesi

4.000 Spesies Laut Terpengaruh Plastik

World Oceans Day, Emisi Sampah Plastik Capai 52,1 Juta Metrik Ton per Tahun

Mahasiswa FMIPA UNG Bersih Sampah dan Transplantasi Terumbu Karang di Bone Bolango

66 Lulusan Profesi Ners UNG Siap Mengabdi untuk Kesehatan Masyarakat

Depresi Tropis Terletak di Laut Cina Timur

AmsiNews

REKOMENDASI

Evolusi Kapal Layar Padewakang

Daerah Membutuhkan Pengolahan Air Bersih

Kemenhub Uji Petik Angkutan Laut Lebaran 1443 H

Cina Selatan Bersiap Menghadapi Topan Ma-on

2019, Harga Lajang di Gorontalo Rp 2 Ribu hingga 23 Ribu per Kilogram

BMKG Survei Kerentanan Tanah di Pasaman Barat

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.