Darilaut – Gempa dahsyat mengguncang Filipina Selatan pada Senin (8/6) pagi pukul 07.37.47 waktu setempat.
Gempa yang berada di lepas pantai Sarangani itu berkekuatan Magnitudo (M) 7,0. Menurut Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina (Philippine Institute of Volcanology and Seismology-Phivolcs) gempa ini berpotensi tsunami lebih dari satu meter.
Berdasarkan basis data skenario tsunami lokal, diperkirakan akan terjadi gelombang dengan ketinggian lebih dari satu meter di atas pasang surut normal dan mungkin lebih tinggi di teluk dan selat tertutup, kata Phivolcs.
Lokasi koordinat gempa 05.99°N – 125.17°E, pada kedalaman 10 meter.
Phivolcs memperkirakan gelombang tsunami pertama akan tiba antara pukul 07.37 AM hingga 09.37 AM. Gelombang ini mungkin berlanjut selama beberapa jam.
Phivolcs menyarankan masyarakat di daerah pesisir provinsi Sarangani, Davao Occidental, Tawi-tawi, Sulu, Basilan, Zamboanga Del Sur, Zamboanga Sibugay, Sultan Kudarat dan South Cotabato untuk mengungsi ke tempat yang lebih tinggi atau pindah lebih jauh ke pedalaman.
Pemilik perahu di pelabuhan, muara, atau perairan dangkal pesisir provinsi-provinsi yang disebutkan di atas harus mengamankan perahu mereka dan menjauh dari tepi laut.
Perahu yang sudah berada di laut selama periode ini harus tetap berada di lepas pantai sampai ada pemberitahuan lebih lanjut, kata Phivolcs.




