Darilaut – Gempa bumi dahsyat di Laut Flores magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) diikuti dengan tsunami, pada Sabtu (15/8). Tsunami tersebut menjangkau 16 lokasi yang tersebar di pesisir empat provinsi.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan hasil observasi stasiun pasang surut menunjukkan gempa bumi ini telah memicu terjadinya tsunami di 16 lokasi pada 4 provinsi yaitu NTT, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.
Paling tinggi tercatat di Pota, Manggarai Timur, NTT pada pukul 05.03 WIB atau 06.03 Wita (1,6 m) dan terendah di Bakalang, Alor, NTT pada pukul 05:41 WIB (0.14 m).
“BMKG telah mengirimkan Peringatan Dini 1 pada 2 menit 16 detik setelah gempa bumi dengan status ancaman SIAGA (0.5 – 3 meter) dan Waspada (<0.5 meter),” kata Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, di Jakarta (17/8).
Wijayanto menjelaskan bahwa gempa bumi pertama kali terjadi di wilayah Flores pada Sabtu, 15 Agustus 2026 pukul 04.58 WIB atau 05.58 Wita, dengan parameter update M 7,7 sehingga berdampak tsunami di wilayah sekitarnya.
Gempa bumi jenis dangkal ini disebabkan oleh aktivitas tektonik di Flores Back-Arc dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault).
Peringatan Dini Tsunami kemudian dinyatakan berakhir pada pukul 07:30:00 WIB atau 2 jam 31 menit 37 detik setelah gempa bumi.




