“Selama perjalanan kita melihat di beberapa titik banyak rumah, pemukiman yang mengalami kerusakan, ratusan perahu rusak atau karam, puluhan hatchery (pusat pembenihan) yang hancur, banyak Tempat Pendaratan Ikan (TPI) yang juga rusak, sehingga ini juga menjadi konsen kita semua,” katanya.
Menurut Zulficar, KKP akan memproses klaim asuransi nelayan, yang merupakan salah satu program perlindungan nelayan dari KKP. “Kita mendengar beberapa nelayan meninggal dan memiliki asuransi nelayan. Tentu saja klaim-klaim asuransinya kami data dan ditindaklanjuti,” ujarnya.
Rina mengatakan, dalam waktu dekat KKP akan mendata apa-apa yang dibutuhkan stakeholder kelautan dan perikanan. DJPB (Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya) akan membantu hatchery rusak di sekitar Lampung. PDS (Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan) membantu ikan segar, ikan kaleng, untuk konsumsi yang layak dan kualitasnya bagus.
KKP telah menyalurkan bantuan logistik berupa bahan makanan, obat-obatan dan pakaian. Selain itu, selimut, dan perlengkapan bayi yang diserahkan langsung kepada Ketua RT setempat, tokoh masyarakat dan warga.
Buka Posko
KKP telah membuka posko tanggap dampak bencana tsunami Selat Sunda di dua area, yaitu Banten dan Lampung. Di Banten, Posko Koordinasi dan Depo Bantuan beralamat di Loka Pemeriksaan Penyakit Ikan dan Lingkungan Cinangka, Serang.





Komentar tentang post