Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Bahan Baku Obat dan Obat Tradisional (PRBBOOT), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Media Fitri Isma Nugraha, mengatakan, saat ini Bersama tim fokus pada riset spesies-spesies endemik yang berstatus terancam (endangered) untuk tumbuhan air di Indonesia.
Selain itu, melakukan penelitian tentang phytoremediasi, yaitu suatu metode yang digunakan pada air tawar untuk menghilangkan kontaminasi.
“Phytoremediasi bekerja dengan cara menyerap karbon secara biologis. Proses ini melibatkan penyerapan polutan oleh akar tanaman air, yang kemudian memanfaatkan kontaminan tersebut untuk kebutuhan hidupnya, seperti fotosintesis,” kata Media, dalam Seri Webinar PRLSDA#59 yang diselenggarakan Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air (PRLSDA) BRIN, Kamis (3/10).
Proses tersebut juga membantu mengembalikan nutrisi yang baik untuk memperbaiki kondisi perairan yang telah rusak atau tercemar. Phytoremediasi sangat ramah lingkungan, relatif murah dan dapat diandalkan untuk mengolah air yang terkontaminasi.
Media dan tim kemudian melakukan penelitian tentang fitoremediasi di kawasan Nusa Tenggara Timur, tepatnya di Danau Ledulu.
Di danau tersebut, ditemukan berbagai jenis tumbuhan air seperti Panicum, Ludwigia adscendens, H. Hara, Najas indica, Ipomea aquatica, Pontederia korsakowii, Callitriche, Bocopa monnierii, dan Nymphoea alba. Tumbuhan-tumbuhan ini diambil untuk mendeteksi serapan logam berat di danau tersebut.




