Pada 31 Mei, sekitar 83,74 persen atau 64,43 km dari 79,33 km garis pantai yang terkena dampak telah dibersihkan.
Operasi pembersihan telah mengumpulkan sekitar 44.656,30 liter campuran air berminyak, bersama dengan 10.708 karung, 997 drum, 119 ember, dan 648 kantong 1 ton pasir/debris terkontaminasi minyak dan limbah berminyak dari tiga wilayah tersebut.
Pada tanggal 2 Juni, kapal pendukung dinamis Fire Opal tiba di Subic Bay Freeport Zone mulai mengekstraksi sisa minyak dari kapal yang tenggelam.
Karena perairan ini belum bersih, Biro Perikanan dan Sumber Daya Perairan (BFAR) Filipina sempat merekomendasikan untuk mempertahankan larangan penangkapan ikan di Calapan, Naujan, Pola, Bansud, Gloria dan Pinamalayan di Mindoro.
Hal ini karena risiko kontaminasi dari jejak minyak yang belum dikeluarkan dari daerah tersebut.
BFAR mengatakan analisis baru-baru ini menunjukkan perairan penangkapan ikan di Bongabong, Bulalacao, Mansalay, Roxas, Baco, Puerto Galera dan San Teodoro berada dalam standar yang dapat diterima untuk kegiatan penangkapan ikan.
Pemerintah provinsi Oriental Mindoro saat ini mengizinkan para nelayan Calapan dan Naujan untuk menangkap ikan di perairan kota Baco, Puerto Galera, dan San Teodoro.
Sedangkan nelayan Pola, Bansud, Gloria dan Pinamalayan diperbolehkan menangkap ikan di Bongabong, Bulalacao, Mansalay dan Roxas.





Komentar tentang post