Darilaut – Dari 90 jenis mamalia laut yang ada di seluruh dunia, laut Indonesia termasuk salah satu jalur migrasi. Keberadaan mamalia laut ini berperan penting bagi lingkungan, seperti menjaga keseimbangan rantai makanan dan menenggelamkan karbon ke dasar laut.
Pemerintah Indonesia pun telah melindungi hewan ini sejak tahun 1999. Namun, tingginya aktivitas di lautan mengancam keberadaan mereka.
Tingginya kasus mamalia laut terdampar menjadi tanda bahwa mereka dalam bahaya. Sampah serta kebisingan di laut menjadi salah satu penyebabnya.
Hal ini yang menjadi bahasan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Yayasan World Wide Fund for Nature Indonesia (WWF Indonesia), dan Planet Deep menggelar seminar internasional bertema “Seminar on Marine Mammals Threats: Marine Debris and Ocean Noise” yang diselenggarakan Rabu, (30/6).
Plt. Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, Hendra Yusran Siry, mengatakan, Indonesia telah berkomitmen mengurangi 70% sampah plastik yang masuk ke laut pada tahun 2025.
“Untuk mencapai komitmen ini, pemerintah telah mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 83 Tahun 2018 tentang Penanganan Sampah Laut yang memuat rencana aksi strategis menangani sampah laut dari tahun 2018-2025,” kata Hendra.
Hendra mengatakan bahwa KKP melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan (Kepmen KP) Nomor: 79/2018 juga telah menetapkan Rencana Aksi Nasional (RAN) Konservasi Mamalia Laut 2018-2022, yang memuat strategi, kegiatan, indikator, output, lokasi, waktu, penanggungjawab dan unit kerja terkait dalam pelaksanaan upaya konservasi mamalia laut di Indonesia.





Komentar tentang post