Keunikan dan jumlah yang melimpah ubur-ubur menjadi daya tarik bagi peneliti di bidang biologi kelautan dan ubur-ubur memiliki nilai bioprospeksi cukup tinggi dalam penggalian informasi untuk dimanfaatkan di berbagai bidang seperti industri, pangan, dan terpentingnya di bidang kesehatan.
“Bagian unik seperti filamen marginal diyakini oleh beberapa kutipan penelitian sebelumnya memiliki kandungan yang baik dalam penghambatan migrasi kanker, dimana terdapat protein venom yang berkhasiat dan bermanfaat,” kata Khintan.
Penelitian ubur-ubur sebagai penghambat kanker payudara dilakukan lima mahasiswa UGM sejak 1 Juni – 15 September 2021 dengan mendapat bimbingan dari dosen Fakultas Biologi Lisna Hidayati, M.Biotech.
Penelitian ini disalurkan melalui Program Kreativitas Mahasiswa dalam bidang Riset Eksakta (PKM-RE), dan kelima mahasiswa memanfaatkan protein venom dengan ekstraksi, mencari kadar dan kandungannya. Kkemudian dilihat interaksinya dalam pemodelan komputasi seperti penambatan molekul antara reseptor penyebab kanker payudara yaitu ER-α dengan beberapa protein venom (molecular docking).
Menurut Muhammad Rafli riset ini dilakukan secara intensif di Laboratorium Biokimia dan Laboratorium Sistematika Hewan, Fakultas Biologi UGM, serta Laboratorium Biokimia dan Biologi Molekuler, Departemen Kimia Farmasi, Fakultas Farmasi UGM, dan juga riset komputasi.





Komentar tentang post