Ada banyak contoh keberhasilan inisiatif yang dipimpin oleh kaum muda, yang menunjukkan potensi perubahan positif ketika mereka diberdayakan untuk mengambil tindakan melawan ujaran kebencian.
Pendekatan inovatif dan kemauan mereka untuk menghadapi isu-isu sulit menjadikan mereka agen perubahan yang sangat berharga.
Ujaran Kebencian
Dampak buruk ujaran kebencian bukanlah hal baru. Namun, skala dan dampaknya kini semakin diperkuat oleh teknologi komunikasi baru, sehingga ujaran kebencian telah menjadi salah satu metode yang paling sering digunakan untuk menyebarkan retorika dan ideologi yang memecah belah dalam skala global.
Jika dibiarkan, menurut PBB, ujaran kebencian bahkan dapat membahayakan perdamaian dan pembangunan, karena hal ini dapat memicu konflik dan ketegangan, serta pelanggaran hak asasi manusia berskala luas.
PBB memiliki sejarah panjang dalam memobilisasi dunia melawan segala jenis kebencian untuk membela hak asasi manusia dan memajukan supremasi hukum.
Dampak dari ujaran kebencian mencakup berbagai bidang fokus PBB, mulai dari perlindungan hak asasi manusia dan pencegahan kekejaman hingga menjaga perdamaian, mencapai kesetaraan gender dan mendukung anak-anak dan remaja.
Secara umum, definisi ujaran kebencian adalah segala bentuk komunikasi dalam bentuk ucapan, tulisan, atau perilaku yang menyerang atau menggunakan bahasa yang merendahkan atau diskriminatif terhadap seseorang. Dengan kata lain, berdasarkan identitas agama, suku, kebangsaan, ras, warna kulit, keturunan, jenis kelamin atau faktor identitas lainnya.




