Selama bertahun-tahun, UNEA telah menyetujui resolusi-resolusi penting mengenai topik-topik seperti pemberantasan perdagangan satwa liar ilegal, perlindungan lingkungan di wilayah konflik bersenjata, mobilitas perkotaan yang berkelanjutan, dan lain-lain.
Berdasarkan diskusi pada sesi Majelis Lingkungan Hidup tahun 2022, negosiasi mengenai instrumen internasional pertama yang mengikat secara hukum untuk mengakhiri polusi plastik telah dimulai, yang diharapkan akan selesai pada akhir tahun 2024.
Apa yang dipertaruhkan untuk UNEA-6?
Tema sentral UNEA-6 adalah perjanjian lingkungan multilateral dan bagaimana perjanjian tersebut dapat membantu mengatasi krisis tiga planet yaitu kekacauan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan polusi.
Terlepas dari ketidakpastian sosio-ekonomi yang muncul setelah pandemi COVID-19 dan meningkatnya ketegangan geopolitik saat ini, dua tahun terakhir telah ditandai dengan kemenangan yang sangat penting bagi kerja sama lingkungan hidup.
Misalnya, pada tahun 2022, Majelis Umum PBB mengakui hak asasi manusia universal atas lingkungan yang bersih, sehat dan berkelanjutan.
Hal ini membuka ruang bagi perubahan konstitusi dan hukum di tingkat negara yang berpihak pada lingkungan dan kemanusiaan.
Pada tahun yang sama, Kerangka Kerja Keanekaragaman Hayati Global Kunming-Montreal yang bersejarah disetujui, dengan langkah-langkah untuk melindungi 1 juta spesies hewan dan tumbuhan yang berada di ambang kepunahan.




