Kedua, plastik sering terurai menjadi fragmen kecil – yang dikenal sebagai mikroplastik dan nanoplastik – yang dapat menumpuk di dalam tubuh manusia. Mikroplastik telah ditemukan di hati, testis – bahkan ASI. Satu studi menemukan bahwa rata-rata, satu liter air kemasan mengandung kisaran 240.000 mikroplastik.
Ketiga, plastik sepanjang siklus hidupnya juga berkontribusi terhadap perubahan iklim. Produksi plastik – proses yang haus energi – bertanggung jawab atas lebih dari 3 persen emisi gas rumah kaca yang memanaskan planet pada tahun 2020, para peneliti memperkirakan.
Apa yang dilakukan mikroplastik pada manusia?
Kami belum tahu. Tetapi para peneliti bekerja keras untuk mencari tahu karena jumlah mikroplastik yang mengkhawatirkan yang kita telan.
Bisakah daur ulang saja mengakhiri krisis polusi plastik?
Tidak. Hanya sekitar 9 persen plastik yang benar-benar didaur ulang, menurut sebuah studi dari Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi. Ada beberapa alasan untuk itu. Banyak produk plastik tidak dirancang untuk digunakan kembali dan didaur ulang. Beberapa terlalu tipis untuk didaur ulang, sementara yang lain hanya dapat didaur ulang sekali atau dua kali.
Banyak negara tidak memiliki infrastruktur untuk mengumpulkan dan mendaur ulang sampah plastik. Tapi mungkin masalah terbesar: sistem daur ulang tidak dapat mengimbangi ledakan sampah plastik. Produksi plastik global meningkat dua kali lipat antara tahun 2000 dan 2019.




