“Kolaborasi ini merupakan langkah penting bagi UNG dalam mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang lebih adaptif, kontekstual, dan berdampak. Dosen serta mahasiswa, khususnya dari Fakultas Hukum, Teknik, dan Pertanian, kini memiliki peluang besar untuk menerapkan keilmuan mereka secara langsung,” ujar Harto.
Ia menambahkan bahwa kerja sama ini juga akan mendorong terciptanya solusi akademik terhadap persoalan-persoalan pertanahan di masyarakat, mulai dari penyelesaian sengketa, perencanaan tata ruang, hingga pemanfaatan teknologi pemetaan modern.
“UNG berkomitmen menyediakan dukungan akademik, riset, serta inovasi yang dapat membantu penyelesaian isu pertanahan secara efektif. Kesempatan ini sekaligus membuka ruang rekognisi keilmuan bagi mahasiswa.”
Sementara itu, Kabag Tata Usaha Kanwil BPN Provinsi Gorontalo, Ali Rosidi, menyampaikan apresiasi terhadap langkah UNG yang membuka ruang kolaborasi dengan BPN. Ia menekankan bahwa tantangan di bidang pertanahan semakin kompleks, sehingga membutuhkan dukungan ilmu pengetahuan, riset, dan pemikiran kritis dari kalangan akademisi.
“Sinergi antara praktisi dan akademisi sangat dibutuhkan untuk menjawab berbagai persoalan pertanahan. BPN tidak hanya bekerja pada tataran administratif, tetapi juga membutuhkan pendekatan ilmiah untuk mengembangkan tata kelola pertanahan yang lebih baik.”




