Ia menambahkan bahwa diskusi mencakup tiga isu utama yang cukup memengaruhi kenyamanan belajar mahasiswa internasional, yaitu adaptasi bahasa, pemahaman metode pembelajaran, serta mekanisme penyelesaian tugas yang diberikan oleh para dosen. Menurutnya, hambatan yang dihadapi mahasiswa asing biasanya berkaitan dengan perbedaan sistem pembelajaran di negara asal mereka, sehingga penyesuaian perlu dilakukan dengan pendampingan yang lebih intensif.
“Kami ingin memastikan bahwa mereka tidak hanya mengikuti perkuliahan dengan baik, tetapi juga merasa nyaman dan mendapatkan dukungan penuh.”
Karena itu, ruang dialog yang terbuka dalam pertemuan ini memungkinkan mahasiswa menyampaikan berbagai kendala yang mungkin tidak hanya terkait akademik, tetapi juga kesulitan adaptasi budaya, lingkungan, maupun kebutuhan fasilitas pendukung.
Sebagai bentuk nyata dukungan terhadap kelancaran studi mahasiswa internasional, Tim Akademik UNG turut menyerahkan bantuan fasilitas berupa satu unit printer yang dapat digunakan secara kolektif oleh seluruh mahasiswa Timor Leste. Bantuan ini disambut antusias karena selama ini mahasiswa kerap mengalami kesulitan dalam mencetak tugas maupun materi perkuliahan.
“Bantuan ini diharapkan dapat mempermudah aktivitas perkuliahan mereka, khususnya dalam melaksanakan dan mencetak berbagai tugas serta materi yang diberikan dosen. Inisiatif ini menegaskan komitmen UNG untuk mendukung penuh setiap mahasiswa agar dapat menyelesaikan studinya dengan sukses dan tepat waktu.”




