Menurut Prof. Eduart, penghargaan ini bukan sekadar simbol pencapaian institusi, melainkan bentuk pengakuan terhadap upaya bersama seluruh sivitas akademika UNG, dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa pengembangan kawasan Teluk Tomini tidak dapat dilepaskan dari komitmen kolektif seluruh elemen universitas.
Pemberdayaan masyarakat pesisir perlu terus didorong agar potensi lokal dapat memberikan nilai tambah, membuka peluang pengembangan ekonomi, serta mendukung pembangunan daerah dan nasional, kata Rektor.
“Penghargaan menjadi motivasi bagi UNG untuk terus memperkuat kontribusinya dalam pembangunan masyarakat. Dengan mengedepankan peran pendidikan tinggi, riset, inovasi, dan kolaborasi, UNG berkomitmen menghadirkan manfaat yang relevan dengan kebutuhan masyarakat di kawasan Teluk Tomini,” ujarnya.
Melalui semangat The Engine of Tomini Bay, UNG terus berkomitmen untuk terus mengambil bagian dalam pembangunan kawasan yang berkelanjutan dan inklusif.
Pengakuan melalui Mandaya Awards 2026 menjadi pengingat bahwa keberhasilan perguruan tinggi tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari kontribusinya dalam mendorong perubahan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.




