Darilaut – Inovasi kapal listrik tenaga surya sebagai solusi strategis untuk menjawab tantangan nelayan kecil, baik dari sisi ekonomi maupun lingkungan.
“UNDP melihat kapal listrik tenaga surya sebagai solusi yang mampu menurunkan biaya operasional nelayan, mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, serta mendukung transisi menuju energi bersih,” ujar Kepala Pembiayaan Pembangunan UNDP Indonesia, Nila Murti.
“Kami berharap inovasi ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan nelayan Pulau Tunda, tetapi juga menjadi model yang dapat diterapkan di wilayah pesisir lainnya di Indonesia.”
Kolaborasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), pemerintah daerah, dan sektor swasta menjadi kunci agar inovasi tidak berhenti pada tahap percontohan, tetapi dapat direplikasi dan diperluas manfaatnya.
Kegiatan ini diinisiasi dari Proyek SeaBLUE yang dijalankan oleh UNDP dengan dukungan pendanaan oleh Pemerintah Jepang. Hal ini menjadi momentum penting dalam pengembangan ekosistem kapal listrik tenaga surya bagi nelayan kecil.
Proyek ini bertujuan untuk mendukung nelayan kecil sekaligus mendorong terwujudnya ekonomi biru yang tangguh dan berkelanjutan di Indonesia.
Kepala Desa Wargasara, Pulau Tunda, Hasyim, mengatakan, hingga saat ini akses listrik di Desa Wargasara belum tersedia selama 24 jam sehingga masyarakat sangat berharap penelitian dan inovasi BRIN dapat memberikan manfaat langsung.




