Bagi banyak keluarga, waktu untuk pulih dari satu krisis hampir tidak ada sebelum mereka harus menghadapi krisis berikutnya, kata Wijesekera.
Wijesekera mengatakan ketika hasil panen gagal, harga pangan meningkat, atau mata pencaharian terganggu, dampaknya dengan cepat dirasakan oleh anak-anak, mulai dari makanan yang mereka konsumsi, kesempatan untuk tetap bersekolah, hingga kemampuan keluarga membiayai layanan kesehatan dan kebutuhan penting lainnya.
Berbagai tekanan tersebut juga dapat meningkatkan risiko putus sekolah, pekerja anak, perkawinan anak, kekerasan, dan eksploitasi. Anak perempuan menghadapi dampak yang lebih besar, terutama akibat terganggunya pendidikan, meningkatnya tanggung jawab pengasuhan, serta bertambahnya risiko terhadap keselamatan dan perlindungan mereka.
UNICEF bekerja sama dengan pemerintah dan berbagai mitra di seluruh kawasan untuk memperkuat sistem peringatan dini dan kesiapsiagaan, menyiapkan dan menempatkan pasokan kebutuhan penting di lokasi strategis, melindungi keberlangsungan layanan dasar, serta memperkuat sistem yang tangguh terhadap perubahan iklim.
Upaya-upaya ini membutuhkan pendanaan yang memadai, tepat waktu, dan fleksibel, termasuk untuk tindakan antisipatif, agar negara dan masyarakat dapat mempersiapkan diri serta merespons sebelum risiko semakin meningkat.



