Kebakaran diketahui setelah masyarakat melihat adanya asap atau api yang berasal dari area hutan dan semak belukar. Api kemudian meluas akibat angin kencang dan kondisi lahan yang kering. Penyebab sementara kebakaran diduga akibat cuaca panas. Luas lahan yang terbakar mencapai 72,4 hektare. Api berhasil dipadamkan pada Minggu (9/8).
Wilayah lain di Sulawesi Tengah yang terdampak karhutla adalah wilayah hutan di Desa Longge, Kecamatan Ampana Tete, Kabupaten Tojo Una-Una. Api menjalar ke Gunung Batu Pongki. Luas wilayah yang terbakar mencapai tiga hektare. BPBD Kabupaten Tojo Una-Una bersama tim gabungan melakukan penanganan dan pemadaman. Pada Minggu (9/8), hasil pemantauan menunjukkan masih terdapat kepulan asap putih di sekitar titik api. Situasi saat ini aman dan terkendali.
Di Provinsi Sulawesi Selatan, karhutla terjadi di sebidang lahan yang berlokasi di Kelurahan Marinding, Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja pada Jumat (7/8) pukul 12.00 WITA. Luas lahan yang terbakar mencapai 15 hektare.
Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Tana Toraja bersama tim gabungan melakukan pemadaman api di lokasi terdampak. Pada Minggu (9/8), tim gabungan masih melakukan pemadaman di dua titik di wilayah Tallang Sura.
Di Maluku Utara, karhutla dilaporkan terjadi di Kabupaten Halmahera Timur pada Sabtu (8/8). Wilayah terdampak meliputi tiga kecamatan, yaitu Desa Toboino dan Tukur-tukur di Kecamatan Wasile Timur, Desa Ino Jaya di Kecamatan Wasile Selatan, serta Desa Cemara Jaya di Kecamatan Wasile.




