Virus baru Mengancam Populasi Paus Orca

Kemunculan paus orca di perairan Anambas, Kepulauan Riau, 30 Maret 2017. Tanda didekat mata (eye patch) Tipe B. POTONGAN VIDEO: ALDI PRATAMA

Darilaut – Populasi paus pembunuh rentan terhadap wabah virus pernapasan yang sangat menular. Hal ini dapat terjadi karena paus orca tidak menjaga jarak sosial (social distancing) dengan baik.

Virus baru tersebut berpindah dari mamalia laut yang satu ke mamalia laut lainnya.

Seperti ditulis Reporter Lingkungan dan Investigasi John Ryan di Kuow.org, virus ini disebut cetacean morbillivirus.

Patogen pernafasan terkait erat dengan virus morbilli yang menyebabkan campak dan penyakit distemper pada anjing.

Hal ini telah membunuh ribuan lumba-lumba di Pantai Timur, tetapi belum ditemukan di Barat Laut.

Menurut peneliti orca dan dokter hewan di margasatwa Davis University of California, Joe Gaydos, Morbillivurses tersebut cenderung menjadi penyakit yang cukup jahat.

Cetacean morbillivirus telah ditemukan di perairan California dan diketahui melompat dari mamalia laut ke mamalia laut.

“Sama seperti SARS-CoV-2 yang melompat dari kelelawar ke manusia,” kata Gaydos, seperti dikutip dari Kuow.org, 26 Mei 2020.

Virus corona SARS-CoV-2 adalah penyebab penyakit pandemi Covid-19 dunia.

Paus orca yang tinggal di selatan menghabiskan sebagian besar waktunya di perairan Washington. Tetapi paus orca yang terancam punah ini juga berada jauh di selatan sampai Teluk Monterey di California.

“Ini memiliki potensi tinggi untuk menyebar dalam populasi dan menyebabkan kematian,” kata ahli biologi dari Pusat Penelitian Paus Pulau San Juan, Michael Weiss. “Jadi itu sesuatu yang cukup kita khawatirkan.”

Paus pembunuh adalah hewan yang sangat sosial. Mereka sering berenang di permukaan, berdekatan satu dengan yang lain, sehingga satu paus orca menghirup udara paus orca lain menyeburkan melalui blowhole, yang dapat menyebarkan penyakit pernapasan.

“Ada banyak peluang bagi virus ini untuk berpindah dari satu paus ke paus lainnya,” kata Weiss.

Seperti halnya manusia, paus orca bersosialisasi dengan beberapa paus orca lainnya yang sebaya. Terdapat 73 paus orca selatan yang berenang dalam tiga polong besar (J, K dan L) dan beberapa kelompok kecil yang terdiri dari betina dan semua keturunannya.

Dengan kehidupan sosial paus orca yang selalu berkerumun sekitar enam kelompok kecil, ahli biologi di Centre for Whale Research dan University of Kent dan University of York Inggris ingin mengetahui apakah struktur sosial itu mungkin “menjebak” penyakit yang sangat menular, seperti morbillivirus sebelum ditularkan pada seluruh populasi.

Para ahli melihat lima tahun foto orca yang muncul ke permukaan untuk merekonstruksi jaringan sosial paus orca (residen) yang ada di selatan. Kemudian menjalankan model untuk membuat simulasi bagaimana penyakit pernapasan akan menyebar di antara mereka.
Hasil yang paling memungkinkan: 90 persen dari populasi menjadi terinfeksi.

“Struktur sosial populasi ini hanya menawarkan perlindungan terbatas dari wabah penyakit,” demikian simpulan Weiss bersama penulis lainnya dalam sebuah penelitian di jurnal Biological Conservation.

Paus orca sebagian besar bersosialisasi dalam enam kelompok sosial mereka. Kelompok-kelompok tersebut memiliki kontak yang cukup dekat di antara mereka dan membiarkan penyakit menyebar ke seluruh populasi.

Para peneliti di Hawaii juga sedang mengembangkan program vaksin morbillivirus untuk melindungi monk seals atau anjing laut tanpa telinga, yang terancam punah. Vaksin secara rutin digunakan untuk mencegah cacar air dan morbillivirus.

Tetapi vaksin tersebut belum tentu mudah dilakukan atau cocok untuk paus orca.

Para peneliti mengatakan cara terbaik untuk membantu populasi paus orca untuk mengatasi ancaman wabah morbilli, dengan membantu mereka dari ancaman polusi, kebisingan dan terutama kelaparan.

Menurut Weiss, satu-satunya cara untuk mempertahankan populasi paus orca adalah melestarikan stok ikan salmon Chinook, melalui restorasi habitat.

Untuk saat ini, sebagian besar penelitian lapangan terhenti karena para ahli biologi harus bekerja dari rumah untuk menghindari penyebaran virus corona, melalui jaringan sosial manusia.*

Sumber: John Ryan, “Novel virus could spread rapidly among endangered orcas” Kuow.org, 26 Mei 2020.

Exit mobile version