Menurut Partha Majumder, seorang penulis studi dari National Institute of Biomedical Genomics di Kalyani, India, mutasi virus corona jenis A2a lebih dominan dibanding aslinya.
“Virus corona dapat dikategorikan ke dalam banyak jenis, yakni O, A2, A2a, A3, B, B1 dan seterusnya. Saat ini, ada 11 jenis, termasuk tipe O yang merupakan ‘jenis leluhur’ dan berasal dari Wuhan,” ujar Majumder.
Menurut Majumder, virus mutan semacam itu meningkatkan frekuensi penularan dan kadang menggantikan jenis virus yang asli. SARS-CoV-2 itu akan semakin menjadi-jadi.
Penelitian ini tentunya penting untuk mengembangkan vaksin yang efektif untuk memerangi Covid-19.
Namun, para ahli mengklaim, bahwa coronavirus tidak mungkin dihilangkan begitu saja. Virus corona kemungkinan dapat menyerang lagi setiap tahun seperti flu musiman.
Peneliti dan tim medis Tiongkok juga mengatakan kepada wartawan di Beijing, bahwasanya virus corona tidak bisa hilang seperti virus SARS. Sebab, orang yang terinfeksi bisa “membawa” Covid-19 tanpa gejala dan menularkan kepada orang lain secara diam-diam.
Satu Jenis Virus Corona Membahayakan
Melansir dari The Hindu, mutasi virus berjenis A2a ini diketahui lebih banyak terdapat di New York, Italia, Australia, India, Spanyol, Islandia, Brasil, Kongo, dan negara lainnya.





Komentar tentang post