Selasa, November 3, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

Waterspout Terbentuk Dari Sistem Awan Cumulonimbus

redaksi
22 Januari 2021
Kategori : Berita
0
Waterspout Terbentuk Dari Sistem Awan Cumulonimbus

Waterspout di atas perairan Waduk Gajah Mungkur – Wonogiri, Rabu (20/1/2021). FOTO: BMKG

Darilaut – Fenomena angin kencang yang berputar seperti belalai di atas perairan Waduk Gajah Mungkur – Wonogiri terjadi pada Rabu (20/1) pukul 16.00 WIB.

Menurut Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Guswanto, M.Si, fenomena tersebut dikenal dengan waterspout. Fenomena ini identik dengan puting beliung. Tetapi lokasinya terjadi di atas permukaan air yang luas.

Fenomena waterspout, kata Guswanto, terbentuk dari sistem awan cumulonimbus (CB).
Namun demikian, tidak semua awan CB dapat menimbulkan fenomena tersebut, tergantung pada kondisi labilitas atmosfer.

Keberadaan awan CB juga dapat mengindikasikan adanya potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang. Pada kondisi tertentu dapat menimbulkan potensi puting beliung atau waterspout.

Guswanto mengatakan, karakteristik fenomena waterspout, pertama, kejadiannya bersifat lokal. Kedua, terjadi dalam periode waktu yang singkat dan umumnya sekitar kurang lebih 10 menit.

Ketiga, lebih sering terjadi pada siang atau sore hari, dan terkadang menjelang malam hari. Keempat, hanya muncul dari sistem awan Cumulonimbus (CB), tetapi tidak semua awan CB dapat menimbulkan fenomena waterspout.

Kelima, kemungkinannya kecil untuk terjadi kembali di tempat yang sama dalam waktu yang dekat.
Wonogori selama bulan Januari – Februari ini masih berada pada periode puncak musim hujan, sehingga potensi hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang. Bahkan puting beliung masih perlu diwaspadai hingga Februari mendatang.

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: BMKGJawa TengahPuting BeliungWaterspout
Bagikan1Tweet1KirimKirim
Previous Post

Waterspout di Perairan Waduk Gajahmungkur

Next Post

Naiknya Air Laut di Pesisir Manado Karena Cuaca Ekstrem

Postingan Terkait

BNPB – UGM Kerja Sama Pemasangan Sistem Peringatan Dini Tsunami

Hari Kesadaran Tsunami Sedunia: Kisah Tentang Smong dari Pulau Simeulue Aceh

3 November 2026
Sedimen dari Sungai Mekong Mengalir ke Pesisir Vietnam

Sedimen dari Sungai Mekong Mengalir ke Pesisir Vietnam

2 November 2026

World Tsunami Awareness Day: Kisah-kisah Pembelajaran Menghadapi Tsunami

AMSI Mendorong Transformasi Bisnis Media

770 Juta Orang Tinggal di Wilayah Pesisir, Rentan Naiknya Permukaan Laut

New York Beradaptasi dengan Perubahan Iklim, Membangun Penghalang di Sepanjang Garis Pantai

Potensi Karhutla Awal November Risiko Tertinggi di Sebagian Wilayah Indonesia

Sebaran Asap Lintas Batas Terdeteksi dari Papua Nugini ke Papua Selatan

Next Post
Naiknya Air Laut di Pesisir Manado Karena Cuaca Ekstrem

Naiknya Air Laut di Pesisir Manado Karena Cuaca Ekstrem

Komentar tentang post

TERBARU

Hari Kesadaran Tsunami Sedunia: Kisah Tentang Smong dari Pulau Simeulue Aceh

Sedimen dari Sungai Mekong Mengalir ke Pesisir Vietnam

World Tsunami Awareness Day: Kisah-kisah Pembelajaran Menghadapi Tsunami

AMSI Mendorong Transformasi Bisnis Media

Tenaga Kependidikan UNG Diingatkan Tuntaskan Target Kinerja

770 Juta Orang Tinggal di Wilayah Pesisir, Rentan Naiknya Permukaan Laut

AmsiNews

REKOMENDASI

Telan Plastik, Hiu Paus Mati di Pantai Sabah

Cuaca Ekstrem di Laut, Syahbandar Wajib Tunda Keberangkatan

Sampah Plastik di Pulau Ponelo

PeduliLindungi Diunduh 90 Juta Orang, Cegah Warga Terinfeksi di Tempat Umum

Siklon Tropis Alfred Bergerak Lambat, Jutaan Warga Australia Dalam Bahaya

10 Paus Terdampar di NTT, 4 Dalam Kondisi Mati

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.