Pembangunan Berkelanjutan
Peran komunitas meteorologi dalam transisi hijau sangat penting karena sumber energi terbarukan sangat dipengaruhi oleh perubahan iklim dan dampak cuaca ekstrem serta variabilitas iklim alami.
Misalnya, fluktuasi musiman dan tahunan pada tenaga angin di banyak negara bisa mencapai 15%, sedangkan fluktuasi yang lebih rendah terjadi pada tenaga surya.
Mengarusutamakan iklim ke dalam operasional, pengelolaan dan perencanaan sumber daya energi harus menjadi prioritas.
Hal ini dapat mengarah pada pembentukan Sistem Peringatan Dini untuk membantu mengelola beban energi, sumber daya, dan pemeliharaan dengan lebih baik.
Selain itu, hal ini dapat memberikan masukan bagi modernisasi dan perluasan infrastruktur energi serta memicu inovasi yang diperlukan di bidang teknologi, pasar, dan kebijakan.
Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 7 (SDG 7), yang berfokus pada energi yang terjangkau dan bersih, adalah memastikan akses universal terhadap energi yang ekonomis, andal, berkelanjutan, dan modern pada tahun 2030.
Saat ini, upaya global masih gagal mencapai SDG 7, karena 675 juta orang masih kekurangan akses terhadap listrik yang dapat diandalkan dan hidup dalam kegelapan.
Pada bulan April 2024, Majelis Umum PBB (UNGA) akan melakukan Inventarisasi Global tentang Energi Berkelanjutan untuk mengevaluasi kemajuan dan mengusulkan solusi.




