Selasa, April 14, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Berita

ZEE Indonesia Bukan untuk Nelayan Asing

redaksi
14 Januari 2020
Kategori : Berita
0
Bupati Natuna: Masuknya Nelayan China Gangguan Terhadap Kedaulatan Indonesia

Penenggelaman kapal ikan asing pelaku illegal fishing di Natuna Kepulauan Riau, Sabtu (11/5/2019). FOTO: KKP

Jakarta – Aliansi Nelayan Indonesia (ANNI) meminta Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) Indonesia tidak dimanfaatkan nelayan asing.

Menurut Ketua Umum ANNI, Riyono, ZEE itu adalah hak berdaulat Indonesia yang harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat Indonesia, dan saat ini nelayan bisa memanfaatkan.

“UNCLOS 1982 Pasal 56 ayat 1 huruf A memandatkan kepada kita. Jangan diberikan nelayan asing dong,” kata Riyono, Senin (13/1).

Konflik di Natuna saat ini masih belum benar-benar clear. Kunjungan Presiden ke Natuna baru menimbulkan rasa gentar dengan bukti mulai menyingkirnya kapal Cina dari Natuna. Tapi ini belum dapat dikatakan selesai.

Nelayan Pantai Utara (Pantura) baru dipersiapkan oleh pemerintah ke Natuna. Hal ini masih membutuhkan kordinasi lebih lanjut.

Dalam kondisi seperti ini, Menko Maritim dan Investasi menyatakan bahwa ZEE bisa dimanfaatkan oleh China dan Indonesia. Menurut Riyono, ini suatu langkah yang terburu-buru, seharusnya menunggu sampai semua langkah komperhensif muncul.

Riyono mengatakan, tidak ada kerjasama saja nelayan China sudah mengklaim Natuna adalah fishing ground mereka. Apalagi ada kerjasama. Akan semakin parah dan bisa berpotensi masuk ke wilayah kedaulatan Indonesia. Kalau ini terjadi maka bisa mengancam kedaulatan NKRI

Halaman 1 dari 2
12Selanjutnya
Tags: Laut China SelatanLaut Natuna UtaraPantai Utara JawaZona Ekonomi Ekslusif Indonesia
Bagikan3Tweet1KirimKirim
Previous Post

Harga Cakalang Beku Turun di Pasar Internasional

Next Post

Nilai Tukar Sektor Perikanan Bulan Desember 2019

Postingan Terkait

Topan Super Sinlaku Mendekati Kepulauan Mariana Utara

Topan Super Sinlaku Mendekati Kepulauan Mariana Utara

14 April 2026
Edudive Tampilkan Keunggulan Teluk Tomini dalam Pameran Deep and Extreme dan Marine Action Expo

Edudive Tampilkan Keunggulan Teluk Tomini dalam Pameran Deep and Extreme dan Marine Action Expo

13 April 2026

Cahaya di Langit Indonesia Jejak Roket Cina Jielong-3

Tuna Sirip Biru Berat 190 kg Terjual Rp 1 Miliar Lebih di Pingtung Taiwan

Jurusan Farmasi FOK UNG dan Fakultas Farmasi Unhas Perkuat Kolaborasi Akademik

Dicky Rahmansyah Dari FMIPA Mahasiswa Berprestasi UNG 2026

Topan Super Sinlaku Akan Melintasi Kepulauan Mariana Utara

Menteri Hukum Minta Standarisasi Global Dalam Pengelolaan Royalti Musik dan Lagu

Next Post
Nilai Tukar Sektor Perikanan Bulan Desember 2019

Nilai Tukar Sektor Perikanan Bulan Desember 2019

Komentar tentang post

TERBARU

Topan Super Sinlaku Mendekati Kepulauan Mariana Utara

Edudive Tampilkan Keunggulan Teluk Tomini dalam Pameran Deep and Extreme dan Marine Action Expo

Cahaya di Langit Indonesia Jejak Roket Cina Jielong-3

Tuna Sirip Biru Berat 190 kg Terjual Rp 1 Miliar Lebih di Pingtung Taiwan

Jurusan Farmasi FOK UNG dan Fakultas Farmasi Unhas Perkuat Kolaborasi Akademik

Dicky Rahmansyah Dari FMIPA Mahasiswa Berprestasi UNG 2026

AmsiNews

REKOMENDASI

Apa saja Peraturan Terkait Tata Ruang Laut 2019?

Depresi Tropis Terletak di Timur Taiwan

Tsunami Palu, Belum Terbangun Infrastruktur Evakuasi yang Lengkap

Berada di Selatan Jakarta Intensitas Herman Menjadi Siklon Tropis Parah

Temuan Kerangka Paus di TN Tanjung Puting

Bibit Siklon Tropis 93S Berkembang Perlahan di Selatan Jawa

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.