World Water Day, Meningkatkan Kesadaran Krisis Air Global

Ilustrasi air. FOTO: DARILAUT.ID

Darilaut – Pengelolaan air menjadi semakin sulit. Banyak negara yang mengalami kekurangan air dan membutuhkan sumber daya air tawar. Lebih dari 2 miliar orang saat ini tinggal di negara-negara yang kekurangan air.

Dalam siaran pers WMO, peringatan Hari Air Sedunia (World Water Day) untuk meningkatkan kesadaran akan krisis air global.

Itulah sebabnya Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) berupaya meningkatkan aksi iklim dan air yang terintegrasi.

Contoh program dan upaya WMO yang berkontribusi terhadap air sebagai katalisator aksi iklim kooperatif meliputi:

• Program Terkait Pengelolaan Banjir – untuk mendukung negara-negara dalam menerapkan Pengelolaan Banjir Terpadu dan meminimalkan korban jiwa akibat banjir

• Program Pengelolaan Kekeringan Terpadu – untuk membangun ketahanan iklim, mengurangi kerugian ekonomi dan sosial, dan mengentaskan kemiskinan di wilayah yang terkena dampak kekeringan di dunia.

Kedua program ini sangat penting bagi inisiatif global Peringatan Dini untuk Semua, yang merupakan prioritas nomor satu WMO.

Tepat sebelum upacara di Jenewa, Sekretaris Jenderal WMO Celeste Saulo, menandatangani Nota Kesepahaman dengan Sekretaris Eksekutif Kemitraan Air Global Alan Atkisson untuk mengonfirmasi kelanjutan kemitraan, termasuk dua program penting bersama WMO – GWP.

WMO memiliki inisiatif lain untuk meningkatkan kerja sama antar negara, melindungi semua orang di bumi dari peristiwa berbahaya dan mempromosikan pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan.

• Sistem Panduan Banjir Bandang dengan Cakupan Global – untuk mendukung pengembangan peringatan banjir bandang.

• HydroSOS – untuk menghasilkan informasi standar mengenai kondisi sumber daya air saat ini dan meramalkan situasi pada skala waktu sub-musim dan musiman.

• Prakiraan dampak banjir, yang telah diterapkan di wilayah percontohan, untuk meningkatkan sistem peringatan.

Puncak peringatan Hari Air Sedunia berlangsung di Markas Besar PBB, di New York, AS.

Perwakilan negara, entitas PBB, lembaga keuangan, organisasi internasional, akademisi, masyarakat sipil, sektor swasta, dan pemangku kepentingan lainnya diundang untuk berpartisipasi dalam acara tersebut.

Exit mobile version