Kategori Visualisasi Data Terbaik dimenangkan oleh laporan interaktif “Menguliti Oligarki Batubara di Indonesia” yang dibuat oleh Project Multatuli.
Mengambil inspirasi dari arcade fighting game layaknya Tekken dan Street Fighter, laporan interaktif ini mengajak pembacanya untuk “melawan” orang-orang berpengaruh seperti Aburizal Bakrie dan Garibaldi “Boy” Thohir dalam menjawab pertanyaan tentang bisnis dan keterkaitan mereka dalam jejaring oligarki bisnis batubara.
Selain dua karya yang telah disebutkan, laporan Narasi, “Data Anak Dijual di Aplikasi Pendidikan”, juga dinobatkan sebagai Laporan Investigasi Berbasis Data Terbaik.
Berkolaborasi dengan Human Rights Watch dan 14 media lain dari 23 negara, Narasi melacak pengambilan data pribadi anak-anak secara diam-diam oleh aplikasi pembelajaran daring. Mereka menemukan bahwa dari 164 platform pembelajaran online di 49 negara, hampir 90 persennya terlibat dalam praktik pengambilan data yang melanggar privasi anak.
Ketiga karya tersebut menyisihkan 141 karya jurnalisme data lainnya dalam dua babak penjurian.
Perwakilan Dewan Juri Eva Danayanti, menjelaskan, terdapat beberapa aspek yang menjadi pertimbangan dewan juri dalam menilai karya yang masuk, yaitu kepentingan publik, inovasi, storytelling, kelengkapan informasi, dampak, dan visualisasi.





Komentar tentang post