“Dari karya yang masuk, kami senang melihatnya. Kualitasnya cukup baik, meskipun memang secara kompenen jurnalisme data sendiri belum semuanya lengkap, tapi setidaknya dari topik yang dihadirkan, serta metode pengambilan dan pengolahan data itu sudah maju pesat sekali dibanding dulu,” ujarnya.
Pendiri IDJN Wan Ulfa Nur Zuhra, mengatakan bahwa IDJA adalah ajang untuk mengapresiasi kerja keras jurnalis, desainer, programmer, editor, dan banyak orang lain di belakang liputan-liputan jurnalisme data.
Ulfa mengharapkan kehadiran IDJA dapat menciptakan iklim yang baik untuk mendukung perkembangan jurnalisme data di Indonesia.
“Semoga karya-karya yang menurut para dewan juri merupakan yang terbaik ini, bisa menjadi benchmark, bisa menjadi inspirasi untuk teman-teman lain dalam mengerjakan liputan jurnalisme data yang bermutu,” ujar Ulfa.
Indonesian Data Journalism Network (IDJN) adalah organisasi nirlaba dan komunitas yang mempromosikan dan mengajarkan jurnalisme data. IDJN didirikan pada Februari 2019 dengan tujuan untuk memberikan solusi atas kurangnya pengetahuan jurnalisme data di kalangan jurnalis di Indonesia.
Kegiatan IDJN meliputi meet up rutin untuk mempelajari jurnalisme data, membahas satu laporan atau belajar tools baru, membuat training dan riset jurnalisme data, serta berkolaborasi dalam pembuatan laporan jurnalisme data.





Komentar tentang post