”Kami berharap bantuan masker ini dapat membantu mengurangi risiko kesehatan masyarakat yang masih harus menjalankan aktivitas sehari-hari di tengah paparan debu vulkanik.”
Masyarakat masih membutuhkan masker, terutama ketika beraktivitas di luar rumah. Partikel abu vulkanik yang berukuran halus dapat terhirup dan menyebabkan iritasi pada hidung, tenggorokan, dan saluran pernapasan.
Paparan abu juga dapat menimbulkan batuk, rasa tidak nyaman di dada, sesak napas, serta iritasi pada mata dan kulit. Anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta orang dengan asma atau penyakit pernapasan dan jantung merupakan kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih karena lebih rentan mengalami gangguan kesehatan akibat paparan abu vulkanik.
Rangkaian distribusi bantuan dilaksanakan secara bertahap pada 10 – 12 September 2026, dengan melibatkan kelompok kebencanaan: Tim SIBAT (Siaga Bencana Berbasis Masyarakat) dan Destana (Desa Tangguh Bencana), pemerintah desa, PKK, kader masyarakat, serta unsur masyarakat lainnya.
Pada 10 September 2026, distribusi bantuan dilakukan di Desa Way Muli melalui kerja sama dengan Tim SIBAT dan Destana Way Muli. Sebanyak 250 masker dibagikan kepada jemaah dalam kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memastikan bantuan perlindungan kesehatan dapat menjangkau masyarakat yang tetap melakukan aktivitas bersama di tengah kondisi lingkungan yang masih terdampak abu vulkanik.




