Harga Hiu Belimbing Hidup Mencapai Rp 63 juta Per Ekor

Hiu belimbing (hiu zebra) di Ningaloo Reef, Australia Barat. FOTO: MJWINOZ/ FISHESOFAUSTRALIA.NET.AU

Darilaut – Hiu belimbing (hiu zebra) umumnya tertangkap secara tidak sengaja oleh berbagai alat tangkap yang beroperasi di perairan dangkal dan perairan pesisir. Seperti jaring insang, trawl dan sejenisnya, pancing rawai, hingga perangkap seperti sero atau bubu.

Di Indonesia, hiu ini cukup sering tertangkap sebagai hasil sampingan dari perikanan cantrang, pukat hela (trawl), dan jaring insang yang menargetkan pari gitar atau pari kemenjan dan pari kekeh.

Daerah tangkapan utama di perairan Laut Jawa, Selat Karimata, Laut Natuna, dan perairan timur Kalimantan.

Menurut Fahmi, dalam jurnal Oseana, Volume 46, Nomor 2 Tahun 2021, hampir seluruh tubuh hiu belimbing dimanfaatkan dan bernilai ekonomis.

Selain sirip, kulit, daging, dan tulangnya merupakan komoditas yang diperdagangkan bahkan hingga diekspor ke luar negeri.

Seperti halnya jenis hiu dari Ordo Orectolobiformes yang lain, sirip hiu belimbing kurang memiliki nilai ekonomis yang tinggi karena relatif berukuran kecil dan berkulit tebal, sehingga tidak jarang dalam pengolahan produknya, sirip hiu belimbing ditemukan masih menempel pada kulitnya.

Sementara bagian kulitnya menjadi produk yang cukup diminati karena ketebalannya untuk digunakan dalam industri kerajinan kulit.

Selain dimanfaatkan sebagai salah satu produk perikanan, hiu belimbing merupakan salah satu jenis hiu yang diminati dalam perdagangan hiu hidup untuk akuaria karena relatif mudah diperihara, memiliki corak yang menarik, dan tidak agresif (Michael, 2001).

Di Indonesia, jenis hiu belimbing banyak dipasarkan terutama yang berasal dari daerah Kalimantan.

Pada tahun 2016, hiu belimbing berkontribusi sebesar 52% dari total pengiriman hiu hidup yang diperdagangkan dari Balikpapan, Kalimantan Timur. Bahkan volume perdagangannya tercatat meningkat di tahun 2017 (Dhewi et al., 2019).

Adapun ukuran panjang hiu belimbing yang diperdagangkan dalam kondisi hidup berkisar antara 90 – 185 cm. Namun hiu-hiu yang masih muda dengan panjang tidak lebih dari 105 cm menjadi komoditas yang paling diminati.

Hiu belimbing hidup yang dipasarkan dari Balikpapan umumnya dikirim ke kota-kota besar seperti Jakarta, Makassar, dan Denpasar, serta diekspor ke manca negara seperti Malaysia, Cina, Hong Kong, dan Korea.

Harga jual hiu belimbing hidup di tingkat lokal berkisar antara 700 ribu hingga tiga juta rupiah untuk ukuran antara 60–150 cm, sedangkan untuk hiu yang lebih besar (151–170 cm) dapat mencapai harga enam juta rupiah per ekor (Dhewi et al., 2019).

Di pasar internasional, harga seekor hiu belimbing hidup dapat mencapai 25 juta rupiah (Dhewi et al., 2019), bahkan hingga USD 4.500 atau sekitar 63 juta rupiah per ekornya (Fahmi, 2016).

Sumber: Fahmi, Jurnal Oseana, Volume 46, Nomor 2 Tahun 2021, dengan judul “Tinjauan Status Hiu Belimbing (Stegostoma tigrinum) di Perairan Indonesia.

Exit mobile version