Senin, November 2, 2026
Beri Dukungan
redaksi@darilaut.id
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Masuk
  • Daftar
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
  • Home
  • Berita
    • Laporan Khusus
    • Bisnis dan Investasi
    • Pemilu & Pilkada
    • Kesehatan
  • Eksplorasi
  • Kajian
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
    • Ide & Inovasi
    • Travel
  • Konservasi
    • Orca
    • Hiu Paus
    • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Iklim
  • Advertorial
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Dari Laut
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Home Tips & Trip Biota Eksotis

Hiu Belimbing, Kerabat Dekat Hiu Paus yang Tidak Berbahaya Bagi Manusia

redaksi
21 Februari 2022
Kategori : Biota Eksotis, Konservasi
0
Hiu Belimbing, Kerabat Dekat Hiu Paus yang Tidak Berbahaya Bagi Manusia

Hiu belimbing (Zebra Shark). FOTO: Ross D. Robertson

Darilaut – Walaupun termasuk kelompok ikan hiu yang tergolong hewan laut predator, hiu belimbing tidak berbahaya bagi manusia. Hiu belimbing atau Zebra Shark, berkerabat dekat dengan ikan hiu paus.

Di alam, ikan hiu ini bahkan tidak merasa terganggu oleh kehadiran penyelam yang berenang di dekatnya dan tidak bertindak agresif.

Bahkan, hiu ini tidak akan menyerang atau menggigit ketika ada penyelam yang menyentuh tubuhnya dan hanya akan berenang menjauh.

Karena itu, jenis hiu ini menjadi salah satu jenis ikan hiu favorit yang dipelihara di akuarium laut baik untuk kepentingan pribadi maupun sebagai hewan pertunjukan di akuarium-akuarium laut komersial di seluruh dunia (Michael, 2001; Dudgeon et al., 2019).

Menurut Peneliti Pusat Penelitian Oseanografi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Fahmi, dalam jurnal Oseana, Volume 46, Nomor 2 Tahun 2021, sifat biologi hiu belimbing yang tidak agresif dan cenderung pasif menyebabkan jenis ikan ini menjadi sangat mudah ditangkap.

Akibatnya, lambat laun jumlah populasinya di alam semakin berkurang, bahkan di beberapa daerah di wilayah Asia Tenggara jenis ini dipercaya telah mengalami kepunahan secara lokal karena adanya eksploitasi yang berlebihan.

Indikasi tingginya tingkat eksploitasi terhadap hiu belimbing tersebut menyebabkan status konservasinya di dalam daftar merah IUCN (International Union for Conservation of Nature) berubah, dari sebelumnya berstatus rawan punah (vulnerable) menjadi jenis yang dikategorikan terancam punah (endangered) (Dudgeon et al., 2019).

Halaman 1 dari 5
12...5Selanjutnya
Tags: Hiu BelimbingHiu BerjalanHiu PausZebra Shark
Bagikan9Tweet6KirimKirim
Previous Post

Petisi untuk Mengakhiri Perburuan Paus dan Lumba-lumba di Kepulauan Faroe

Next Post

Hari Peduli Sampah: Kelola Sampah dan Kurangi Emisi

Postingan Terkait

Mengurai Karbon Biru di Ekosistem Mangrove dan Lamun

Peneliti Temukan Laju Kehilangan Mangrove Global Melambat

20 September 2026
Kearifan Lokal Raja Ampat Diwariskan Untuk Menjaga Kelestarian Pesisir dan Laut

Kearifan Lokal Raja Ampat Diwariskan Untuk Menjaga Kelestarian Pesisir dan Laut

16 September 2026

Aplikasi Semi-Digital untuk Monitoring Penyu

Kawasan Konservasi Perairan Maluku Capai 4,3 Juta Hektare

Perburuan Paus, Praktik Grindadráp di Kepulauan Faroe Berbeda dengan Lamalera

Konservasi Paus Berkelanjutan di Lamalera Laut Sawu Nusa Tenggara Timur

BRIN Bahas Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Hidup Masyarakat Adat Lamalera

Lamalera Spesialis Menangkap Paus Bergigi, Lamakera Tak Bergigi

Next Post
Kurangi Sampah Plastik, KLHK dan Gojek Kolaborasi

Hari Peduli Sampah: Kelola Sampah dan Kurangi Emisi

Komentar tentang post

TERBARU

Sedimen dari Sungai Mekong Mengalir ke Pesisir Vietnam

World Tsunami Awareness Day: Kisah-kisah Pembelajaran Menghadapi Tsunami

AMSI Mendorong Transformasi Bisnis Media

Tenaga Kependidikan UNG Diingatkan Tuntaskan Target Kinerja

770 Juta Orang Tinggal di Wilayah Pesisir, Rentan Naiknya Permukaan Laut

New York Beradaptasi dengan Perubahan Iklim, Membangun Penghalang di Sepanjang Garis Pantai

AmsiNews

REKOMENDASI

Topan Yinxing Mengarah ke Vietnam

Topan Krathon Bergerak Lambat di Barat Daya Kaohsiung

Bibit Siklon Tropis 95W Berkembang Menjadi Depresi Tropis di Laut Filipina

Badan Geologi Ukur Dampak Tsunami Selat Sunda

Bambu Sebagai Penggerak Ekonomi

Prof Sudarmadji: Banyak Air Sebabkan Banjir dan Kotor

Kategori

  • Advertorial
  • Berita
  • Biota Eksotis
  • Bisnis dan Investasi
  • Cek Fakta
  • Eksplorasi
  • Hiu Paus
  • Ide & Inovasi
  • Iklim
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Konservasi
  • Laporan Khusus
  • Orca
  • Pemilu & Pilkada
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Travel
  • Video

About

  • Tentang
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Terms of Use
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Trustworthy News Indicators
Dari Laut

darilaut.id

Menginformasikan berbagai perihal tentang laut, pesisir, ikan, kapal, berita terkini dan lain sebagainya.

redaksi@darilaut.id
+62 851 5636 1747

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

Selamat Datang Kembali

Masuk dengan Facebook
Masuk dengan Google+
Atau

Masuk Akun

Lupa Password? Mendaftar

Buat Akun Baru

Mendaftar dengan Facebook
Mendaftar dengan Google+
Atau

Isi formulir di bawah ini untuk mendaftar

Isi semua yang diperlukan Masuk

Ambil password

Masukan username atau email untuk mereset password

Masuk
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Berita
  • Pemilu & Pilkada
  • Laporan Khusus
  • Eksplorasi
  • Sampah & Polusi
  • Tips & Trip
  • Biota Eksotis
  • Cek Fakta
  • Ide & Inovasi
  • Konservasi
  • Kajian
  • Kesehatan
  • Orca
  • Hiu Paus
  • Bisnis dan Investasi
  • Travel
  • Iklim
  • Advertorial

© 2026 DARILAUT - Berita terbaru dan terkini hari ini - darilaut.id.

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.