Kombinasi dari kecakapan-kecakapan inilah yang paling dibutuhkan untuk akselerasi transformasi digital menuju digital society di Indonesia.
Hary mengatakan dengan meningkatnya kompetensi dari talenta digital Indonesia, hal ini tentunya akan berdampak kepada semakin percayanya industri teknologi untuk merekrut tenaga kerja dalam negeri serta kemampuan dari para talenta digital untuk menciptakan lapangan kerja baru.
Saat ini, kebutuhan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni di bidang teknologi digital terus meningkat. Pemerintah terus berupaya menyiapkan talenta digital yang menguasai teknologi informasi dan komunikasi agar mampu menghadapi Revolusi Industri 4.0.
“Riset Microsoft dan LinkedIn pada 2020 menunjukkan, beberapa profesi terkait TIK akan sangat dibutuhkan di dalam pasar kerja global pada 2025 mendatang,” ujarnya.
Menurut Hary profesi itu sebanyak 98 juta SDM di bidang software development, 23 juta orang di bidang cloud dan data, serta 20 juta SDM di bidang analisis data dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
“Pada saat yang sama, dibutuhkan 6 juta pekerja di bidang keamanan siber, serta 1 juta pekerja di bidang perlindungan privasi,” katanya.
Oleh karena itu, Kementerian Kominfo terus mengembangkan roadmap transformasi digital dengan tiga tatanan lapisan pengembangan SDM.





Komentar tentang post